Penampilan Damai Erling Haaland, meski berada Di Di tekanan tinggi Di Gelar Dunia 2026 bukan datang tiba-tiba. Ini adalah ‘buah’ Di Laga Persahabatan Mengosongkan Pikiran yang ia lakukan Di bertahun-tahun.
Seperti yang ia perlihatkan Pada mencetak dua Skor Di Penjaga Gawang Timpilihan Brasil Di Putaran 16 besar. Alih-alih melakukan selebrasi yang ekspresif, Haaland tampak Damai Di ekspresi minim ketika merayakannya.
Padahal, Di laga tersebut, Norwegia bertemu Di Brasil yang notabene adalah salah satu Regu unggulan Bagi menjuarai Gelar Dunia edisi kali ini. Tetapi, Haaland mampu tetap Damai dan melewatinya Di baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Haaland dan Selebrasi ‘Zen’
Erling Haaland sering merayakan Skor Di melakukan pose Mengosongkan Pikiran, mirip Di posisi lotus Di Latihan Yoga.
Pencetakgol Norwegia ini duduk bersila, meletakkan Dibagian Di pergelangan tangannya Di lutut, menyentuh ujung jari telunjuknya Di ibu jarinya, dan menutup matanya.
“Saya sangat menikmati Mengosongkan Pikiran,” kata Haaland dikutip Di laman Premiere League, Senin (6/7/2026).
“Itu membuat saya merasa Damai dan memberi saya kedamaian. Itulah mengapa saya terkadang merayakan Skor seperti itu,” lanjutnya.
Manfaat Mengosongkan Pikiran Bagi Kesejajaran Mental
Dikutip Di ESPN, Di Aktivitasfisik yang didominasi Di kekuatan fisik dan mental, senjata rahasia Haaland adalah sesuatu yang jauh lebih tidak mencolok.
Ia mencari kekuatan Lewat Mengosongkan Pikiran, dan ia bukan satu-satunya yang Merasakan kekuatan Di praktik kuno ini. Cristiano Ronaldo, Mohamed Salah , dan Raheem Sterling semuanya juga mencari jawaban Di kekuatan pikiran yang Damai.
Psikolog Aktivitasfisik George Mumford yang telah melatih banyak Olahragawan menjaga Kesejajaran mental Sebelum 1993 Memperoleh Cara khusus.
Cara yang dimiliki Mumford berperan penting Di Memperbaiki ketahanan mental dan fokus, yang menggarisbawahi dampak Di kesadaran penuh (Kehadiran).
“Di level tertinggi, Anda harus mampu Merasakan kecemasan dan ketidakpastian Supaya Anda dapat fokus Di apa yang terjadi Pada itu dan mengabaikan gangguan,” kata Mumford.
“Melakukan Laga Persahabatan kontemplatif, seperti Mengosongkan Pikiran, Berencana membantu mengelola tekanan dan Tekanan secara efektif serta menciptakan jarak Antara stimulus dan respons, Supaya memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik. Anda Memperoleh kekuatan Bagi memilih respons Anda, daripada hanya bereaksi,” sambungnya.
Saksikan Live DetikSore:
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: IDAI Soroti Poster Sinema ‘Aku Harus Mati’, Dinilai Picu Bunuh Diri“
(dpy/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Selebrasi ‘Zen’ Ungkap Rahasia Di Balik Ketenangan dan Kejiwaan Erling Haaland











