Jakarta –
Sudah ada Dari 100 tahun yang lalu, kulkas alami Didalam India ini Menarik Perhatian perhatian Lantaran dibuat Didalam kotoran sapi dan tanah liat. Seperti apa bentuknya?
Sebelumnya hadirnya Keahlian lemari pendingin atau kulkas, banyak orang Hingga masa lampau yang menyimpan atau mendinginkan Minuman Didalam metode tradisional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga Rajasthan, India, ada kulkas tradisional yang disebut Didalam nama ‘desi fridge’. Sistem ini sudah digunakan Pada lebih Didalam 100 tahun Untuk menjaga kesegaran Minuman tanpa listrik.
Hingga Ditengah meningkatnya suhu ekstrem Hingga India dan tingginya biaya listrik, Pembaharuan sederhana ini justru Dikatakan sebagai solusi berkelanjutan yang relevan hingga Di ini.
Dilansir Didalam Times of India (23/04/2026), desi fridge atau Kulkas India ini dibuat Didalam bahan alami seperti tanah liat, kotoran sapi, dan rumput.
|
Desi Fridge Hingga India Foto: Site Culinary
|
Struktur utamanya biasanya berupa pot atau ruang Didalam tanah liat yang diisi pasir atau bahan organik lembap. Lapisan luar Setelahnya Itu diperkuat Didalam bahan alami sebagai isolasi.
Meski tampak sederhana, ruang ini mampu menjaga suhu Hingga dalamnya tetap dingin atau lebih rendah dibandingkan suhu lingkungan Disekitar. Karena Itu Minuman seperti buah dan sayuran yang disimpan dapat bertahan lebih lama.
Prinsip desi fridge didasarkan Di proses pendinginan evaporatif. Air yang terserap Untuk dinding tanah liat Berencana menguap secara perlahan, menyerap panas Didalam Untuk wadah, dan menurunkan suhu Hingga dalamnya.
Mekanisme ini serupa Didalam cara tubuh manusia mendinginkan diri Lewat keringat. Studi tahun 2026 berjudul Evaporative Cooling and Deposition Patterns of Nanofluid Droplets, Menunjukkan bahwa efek pendinginan ini justru Lebihterus optimal Di suhu tinggi, Agar sangat efektif digunakan Hingga Area panas dan kering seperti Rajasthan.
Desi Fridge Hingga India Foto: Site Culinary |
Studi lain yang dipublikasikan Dari Springer Di 2026 juga Menginformasikan bahwa sistem pendingin berbasis pot-in-pot mampu menurunkan suhu hingga 8-18 derajat Celsius.
Hingga Di Itu, kelembapan Hingga Untuk wadah Menimbulkan Kekhawatiran yang membantu memperpanjang masa simpan bahan Minuman segar, Malahan hingga beberapa minggu. Struktur pori Di tanah liat berperan penting Untuk mendukung proses pendinginan alami ini.
Kembalinya popularitas desi fridge tidak hanya didorong Dari faktor nostalgia, tetapi juga kebutuhan.
Pemanasan Global, gelombang panas, serta tingginya biaya listrik membuat warga India mulai mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan. Metode penyimpanan Minuman tradisional ini tidak menghasilkan emisi karbon, tidak bergantung Di listrik, dan menggunakan bahan yang mudah terurai.
Meski Memperoleh keterbatasan, terutama Hingga Lokasi Didalam kelembapan tinggi, desi fridge tetap menjadi solusi alternatif menyimpan Minuman secara alami Hingga India.
(sob/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Wow! Kulkas Berusia 100 Tahun Ini Dibuat Didalam Kotoran Sapi dan Tanah Liat












