loading…
Hendarman, Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor. Foto/Dok. SindoNews
Dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Bogor
Ketua Skuat Pakar Jabatan Fungsional Analis Keputusan INAKI (Ikatan Nasional Analis Keputusan)
MEMBANGUN Pembelajaran sesungguhnya tidak pernah cukup hanya Di membangun sekolah. Yang jauh lebih sulit adalah membangun Mutu pembelajaran, Kearifan Lokal Dunia akademik, dan ekosistem yang membuat setiap anak memperoleh kesempatan berkembang secara optimal. Langkah Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) seharusnya tidak dilihat publik sekadar sebagai proyek pembangunan fisik, melainkan sebagai Penanaman Modal Asing strategis Bagi masa Di Indonesia.
Lewat Instruksi Kepala Negara Nomor 10 Tahun 2026, Pemerintah Lewat kementerian yang mengurusi Pembelajaran dasar dan menengah, menargetkan pembangunan 500 layanan Sekolah Nasional Terintegrasi hingga tahun 2029. Tahap awal dimulai Di pembangunan Ke 37 lokasi, dan sebanyak 17 lokasi Akansegera mulai Memperoleh murid Di Tahun Ajaran 2026/2027. Pemerintah menegaskan bahwa SNT bukan sekadar sekolah Terbaru, melainkan pusat peningkatan mutu Pembelajaran Bagi Area sekitarnya.
Jawaban Ketimpangan Mutu
Keputusan ini seyogianya diapresiasi Sebab berangkat Di persoalan nyata yang Pada bertahun-tahun membayangi Pembelajaran Indonesia yaitu ketimpangan mutu antardaerah. Data Kemendikdasmen Menunjukkan bahwa Di 7.288 kecamatan Ke Indonesia, hanya Disekitar empat persen yang Memiliki SMP dan SMA Di Mutu baik berdasarkan indikator akreditasi, literasi, dan numerasi.
Artinya, sebagian besar anak Indonesia masih tumbuh Untuk lingkungan Pembelajaran yang belum mampu Memberi layanan pembelajaran terbaik. Situasi tersebut diperkuat Dari hasil Programme for International Student Assessment (PISA) OECD yang Menunjukkan kemampuan literasi, numerasi, dan sains murid Indonesia masih berada Ke bawah rata-rata Internasional.
Persoalan ini tidak dapat diselesaikan hanya Di menambah jumlah sekolah. Yang dibutuhkan adalah menciptakan pusat-pusat Kepentingan yang mampu menggerakkan sekolah lain Bagi berkembang bersama.
Pemerintah merancang SNT sebagai ekosistem Pembelajaran yang mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA Untuk satu kawasan pembelajaran. Integrasi tersebut mencakup Pembuatan guru, penguatan karakter, pembinaan talenta, pemanfaatan fasilitas bersama, hingga sistem penjaminan mutu yang saling terhubung.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Penanaman Modal Asing Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya











