Tokyo –
Viralnya monyet Punch membuat dunia iba. Di sisi lain, kelompok hak-hak hewan PETA mengkritik perlakuan monyet Punch yang menjadi bukti kekejaman kebun binatang.
Monyet Punch lahir Di tahun 2025 Di Kebun Binatang Ichikawa, ia viral Sebab ditolak Dari sang induk. Punch berlindung Untuk kawanan yang membully-nya lewat sebuah boneka orangutan yang disebut ora-mama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sebuah pernyataan, PETA mengkritik keras Bersama mengatakan bahwa itu justru Menunjukkan seekor hewan yang mengatasi isolasi dan kehilangan, seperti dikutip Untuk Independent UK, Sabtu (28/2/2026)
“Kebun binatang bukanlah suaka,” kata Jason Baker, Kepala Negara PETA Bagi Asia.
Ia menyebut bahwa kebun binatang adalah tempat Di mana hewan dikurung, kehilangan otonomi, dan tidak Merasakan lingkungan kompleks dan kehidupan sosial yang seharusnya mereka miliki Di alam liar.
“Seperti semua monyet makaka, Punch seharusnya tumbuh Untuk kelompok keluarga yang erat, mempelajari Kekuatan sosial yang penting dan menjelajahi habitat alami yang kaya, bukan mencari penghiburan Untuk mainan Di Untuk lubang beton,” tambahnya.
Kosuke Shikano, salah satu penjaga Punch, mengatakan tentang ikatan Punch Bersama mainan tersebut.
“Bulu boneka binatang itu membuatnya mudah dipegang, dan penampilannya juga mirip Bersama monyet, yang kemungkinan Menyediakan rasa aman. Boneka binatang itu adalah ibu pengganti,” jelasnya.
Di liburan akhir pekan yang panjang, lebih Untuk 5.000 orang Berkunjung Hingga kebun binatang Ichikawa. Pengunjung mengantre hingga satu jam Bagi melihat Punch.
IKEA Jepang dilaporkan menyumbangkan beberapa boneka binatang Hingga kebun binatang Di kunjungan presidennya, Petra Fare, Di awal pekan ini.
Mainan IKEA, yang mirip Bersama milik Punch, kini menjadi Produk Internasional terlaris, baik sudah habis terjual atau stoknya menipis Di toko-toko Di seluruh dunia.
Baker mencatat bahwa hewan-hewan Di kebun binatang Sebelumnya pernah menjadi viral, seperti Moo Deng, kuda nil kerdil. Walaupun “ketertarikan publik cepat memudar,” tambahnya, hewan tersebut tetap berada Di kebun binatang seumur hidup.
“Ketenaran Duniamaya tidak mengubah realitas penangkaran. Itu hanya memicu siklus Di mana fasilitas tersebut membiakkan dan memamerkan bayi Bagi Memperbaiki penjualan tiket, Sambil hewan-hewan tersebut membayar harga seumur hidup,” ujarnya.
Ia menyerukan kepada kebun binatang Bagi berbuat baik kepada Punch dan mengirimnya Hingga suaka yang bereputasi baik Di mana ia dapat hidup Di lingkungan yang lebih alami Bersama ruang, Kerahasiaan, dan kesempatan Bagi membentuk ikatan sosial yang sesuai.
(bnl/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Monyet Punch Viral, PETA Komentar Kebun Binatang Jepang







