Heatstroke atau serangan panas merupakan Situasi serius yang terjadi Di tubuh gagal mengendalikan suhu akibat paparan panas berlebihan. Situasi ini bisa dialami semua kelompok usia, mulai Di anak-anak hingga orang dewasa.
Ketua Satgas Keadaan Lingkungan dan Pemanasan Global Ikatan Praktisi Medis Anak Indonesia (IDAI), dr Darmawan Budi Setyanto, SpA, Subsp Respi(K), menjelaskan tubuh manusia sebenarnya Memiliki sistem pengatur suhu atau termoregulasi Untuk menjaga suhu tubuh tetap optimal.
“Heatstroke ini adalah serangan panas Di tubuh kita. Tubuh kita mempunyai termostat yang mengatur suhu tubuh agar selalu Di suhu yang optimal Di 36-37 derajat celsius,” ucap dr Darmawan Di konferensi pers daring, Selasa (19/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi ketika tubuh terpapar suhu lingkungan yang sangat tinggi, kemampuan sistem pengatur suhu tersebut dapat terganggu. Dampaknya, suhu tubuh Menimbulkan Kekhawatiran drastis Di waktu cepat dan memicu heatstroke.
Berisiko Dialami Jemaah Haji
dr Darmawan mengatakan Situasi ini juga Berpeluang dialami jemaah haji yang Lagi menjalankan ibadah Hingga Arab Saudi. Pasalnya, suhu ekstrem Hingga Daerah tersebut dapat memengaruhi kemampuan tubuh mengatur panas.
“Potensi heatstroke Hingga sana juga tinggi,” sambungnya.
Tanda Heatstroke yang Perlu Diwaspadai
Salah satu tanda awal heatstroke yang perlu diwaspadai adalah peningkatan suhu tubuh secara cepat hingga lebih Di 40 derajat celsius.
Berbeda Di Situasi kepanasan biasa, orang yang Merasakan heatstroke justru tidak berkeringat meski kulitnya terasa sangat panas Di disentuh.
“Temperatur tubuh Menimbulkan Kekhawatiran Di cepat lebih Di 40 derajat celsius, tidak berkeringat tetapi kulit panas,” jelas dr Darmawan.
Menurutnya, berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh Untuk membuang panas Di Di. Tetapi Di Situasi heatstroke, mekanisme tersebut gagal bekerja Agar panas terperangkap Hingga Di tubuh.
Ia mengibaratkan Situasi tersebut seperti efek Rumah kaca.
“Karena Itu panas Di luar masuk tetapi tidak bisa keluar. Panas Hingga Di Menimbulkan Kekhawatiran Di cepat,” katanya.
Jika tidak segera ditangani, peningkatan suhu tubuh yang terus terjadi dapat mengganggu fungsi otak. Di Situasi berat, pasien bisa Merasakan kejang hingga kehilangan kesadaran.
Hingga Samping Itu, perubahan pola napas juga menjadi tanda yang perlu diperhatikan agar pasien segera Memperoleh pertolongan.
“Di akhirnya dapat menyebabkan gangguan fungsi otak, Agar terjadi kejang, kehilangan kesadaran,” tutur dr Darmawan.
“Dampak lainnya, kita bisa melihat napas orang yang Merasakan heatstroke ini Merasakan napas yang cepat dan dangkal,” pungkasnya.
Halaman 2 Di 3
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Kulit Terasa Panas tapi Tak Berkeringat? Hati-hati Bisa Karena Itu Tanda Heatstroke











