loading…
Drone buatan Iran. FOTO/ Viet
Komunitas Intel AS mencatat bahwa Iran Didalam cepat memulihkan jalur produksi pesawat nirawak (UAV) dan infrastrukturmiliterutama. Proses ini berlangsung Didalam Kelajuan yang mengejutkan, menimbulkan tantangan Terbaru Untuk sekutu AS Hingga Timur Ditengah.
Menurut CNN, para pejabat AS mengakui bahwa kemampuan rekonstruksi Iran telah jauh melampaui Prakiraan waktu yang Sebelumnya Itu diprediksi Dari komunitas Intel AS. Di gencatan senjata enam minggu, Teheran berhasil memulai kembali jalur produksi UAV yang telah rusak akibat serangan udara AS dan Israel.
Yang perlu diperhatikan, beberapa penilaian Intel terbaru Menunjukkan bahwa Iran dapat mencapai kemampuan serangan UAV 100% hanya Di waktu enam bulan. Hal ini bertentangan Didalam klaim Sebelumnya Itu Di Pentagon bahwa operasi militer telah melumpuhkan persenjataan Bangsa itu Di bertahun-tahun.
Mempertahankan kemampuan Pra-Penanganan dan senjata strategis.
Walaupun menderita kerugian akibat serangan udara, Iran tetap mempertahankan sebagian besar kemampuan rudal balistik dan sistem Defender udaranya.
Penyembuhan lokasi peluncuran dan platform Menunjukkan bahwa proses produksinya tidak dimulai Di nol, melainkan dibangun Hingga atas fondasi yang sudah ada.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Intel AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih Di yang Ada Sekarang











