HUT Hingga-81 RI, SOKSI Harap Dampak Kemerdekaan Dirasakan Langsung Rakyat

loading…

Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun mengatakan kemerdekaan tidak cukup hanya tercermin Di capaian ekonomi makro, tetapi juga harus hadir Di kehidupan sehari-hari rakyat. FOTO/IST

JAKARTA – Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) menilai makna kemerdekaan Indonesia harus diukur Di dampak nyata yang dirasakan Kelompok. Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Mukhamad Misbakhun mengatakan kemerdekaan tidak cukup hanya tercermin Di capaian ekonomi makro, tetapi juga harus hadir Di kehidupan sehari-hari rakyat.

Misbakhun yang juga Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat mengacu Di pidato kenegaraan Pemimpin Negara Prabowo Subianto Di 14 Agustus 2026. Menurut dia, pembangunan Indonesia tidak boleh hanya berorientasi Di satu periode pemerintahan, melainkan harus disiapkan Sebagai kepentingan generasi mendatang.

“Indonesia tidak boleh dibangun hanya Sebagai satu masa jabatan. Indonesia harus dipersiapkan Sebagai satu zaman, Justru Sebagai satu abad Hingga Didepan,” kata Misbakhun Di catatan khusus memperingati HUT Hingga-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026).

Kemerdekaan, kata Misbakhun, harus diwujudkan Lewat pemenuhan kebutuhan dasar Kelompok, mulai Di Ketahanan Pangan, Pembelajaran, Keadaan, pekerjaan dan hunian yang layak hingga ketersediaan energi. Pembangunan juga harus mampu menghidupkan desa, memperkuat industri serta melindungi dan memberdayakan Kelompok.

Misbakhun menyoroti Inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu Inisiatif strategis yang menghubungkan pembangunan sumber daya manusia Bersama ekonomi kerakyatan. Bersama Biaya Rp268 triliun Di 2026 dan cakupan 82,9 juta penerima, MBG dinilai bukan sekadar Pemberian sosial, melainkan Penanaman Modal jangka panjang Sebagai Meningkatkan Mutu generasi Indonesia.

Ia menilai MBG perlu dikembangkan menjadi sebuah ekosistem yang melibatkan petani, nelayan, koperasi, Usaha Mikro Kecil hingga sekolah. Penyerapan bahan Ketahanan Pangan lokal, kata dia, dapat menciptakan rantai nilai Di sektor hulu hingga hilir.

Tetapi, Misbakhun mengingatkan pentingnya tata kelola yang kuat Di pelaksanaan Inisiatif tersebut. Komentar dan evaluasi, menurutnya, harus dipandang sebagai instrumen Sebagai memperbaiki pelaksanaan Inisiatif, bukan sebagai hambatan Pada tujuan mencerdaskan generasi bangsa.

Selain MBG, SOKSI menyoroti Pembuatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pemerintah menargetkan 30.000 koperasi beroperasi optimal Di akhir 2026, Bersama 10.000 koperasi disebut telah berfungsi dan 3.300 Hingga antaranya berjalan optimal.

Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: HUT Hingga-81 RI, SOKSI Harap Dampak Kemerdekaan Dirasakan Langsung Rakyat