Perbincangan publik kembali ramai Sesudah beredarnya video viral mantan Kepala Negara Joko Widodo (Jokowi) yang ikut serta Di sesi Peregangan bersama warga Ke Di kediaman pribadinya. Ke usianya yang telah memasuki senja, Olah Raga ini Memikat perhatian banyak orang Sebab dinilai menjadi salah satu cara menjaga Kondisifisik sang mantan kepala Negeri.
Menariknya, Karya pilihan Jokowi ini sejalan Bersama temuan ilmiah terbaru Bersama para peneliti Ke Brigham and Women’s Hospital yang berafiliasi Bersama Harvard University. Berdasarkan analisis mendalam Di 33 studi yang melibatkan lebih Bersama 2.300 lansia, Peregangan terbukti secara klinis mampu mencegah kerapuhan tubuh (frailty) dan memperpanjang usia.
Kelajuan Berjalan: Indikator Kematian dan Umur Panjang
Studi yang diterbitkan Di jurnal medis Annals of Internal Medicine tersebut mengungkapkan bahwa manfaat paling kuat Bersama Pertarungan Persahabatan Peregangan adalah peningkatan Kelajuan berjalan dan kekuatan otot kaki. Bagi kelompok lansia, dua hal ini bukan sekadar urusan mobilitas biasa, melainkan indikator penting Kesejaganan jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami melihat hasil yang sangat bermakna secara klinis Ke Penduduk Dunia lansia. Kelajuan berjalan yang melambat sering kali dikaitkan Bersama risiko kematian yang lebih tinggi Ke orang tua,” ujar Julia Loewenthal, pakar Bersama Division of Aging sekaligus penulis utama studi tersebut.
Bersama rutin berlatih Peregangan, kekuatan otot kaki Akansegera Menimbulkan Kekhawatiran drastis. Efek positifnya langsung terasa Di Karya sehari-hari, seperti kemudahan Bagi bangkit Bersama Bangku atau tempat tidur tanpa perlu bertumpu secara berlebihan Ke Dukungan orang lain.
Kerapuhan Ke tubuh lansia biasanya dipicu Dari banyak faktor kompleks, mulai Bersama penurunan kognitif, gangguan Kesejaganan, hingga Gangguan kronis. Sebab Peregangan merupakan praktik integratif yang menggabungkan postur fisik, pengaturan napas, dan Bermeditasi, Aktivitasfisik ini mampu mengintervensi berbagai penyebab kerapuhan sekaligus.
Para peneliti juga mencatat bahwa jenis Peregangan berbasis Iyengar, yang dapat disesuaikan menggunakan alat bantu seperti balok atau tali, sangat direkomendasikan dan efektif Bagi Upaya Mencegah kerapuhan fisik Bagi usia lanjut.
Kendati studi ini melibatkan peserta Bersama usia rata-rata 72 tahun, Regu peneliti menegaskan bahwa manfaat Peregangan Akansegera jauh lebih optimal jika dijadikan Penanaman Modal Asing Kesejaganan Dari usia muda. Gerakan berbasis pikiran dan tubuh ini Menyediakan efek domino yang menuntun seseorang Ke Life Style yang jauh lebih sehat secara keseluruhan.
“Sangat membantu jika mulai terlibat Di praktik sehat seperti ini Ke usia yang lebih muda. Tetapi, tidak pernah ada kata terlambat Bagi memulai Pertarungan Persahabatan Peregangan atau rejimen Aktivitasfisik Bagi membantu status Kesejaganan secara keseluruhan Ke masa tua,” pungkas Loewenthal.
Halaman 2 Bersama 2
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral Jokowi Ikut Peregangan, Studi Harvard Beberkan Manfaatnya Ke Usia Senja











