loading…
Ratusan perusahaan batu bara belum mengajukan RKAB Ke 2026. FOTO/dok.SindoNews
“Batubara masih ada 300-an perusahaan yang belum mengajukan RKAB, nikel belum, saya tidak mengecek angkanya,” ujar dia Di ditemui Ke Kawasan Senayan, Sabtu (24/1/2026).
Tri menjelaskan, pengajuan RKAB Untuk tahun 2026 Memperkenalkan sistem digital Lewat Langkah MinerbaOne. Sistem informasi yang dibangun Ditjen Minerba ini memungkinkan proses verifikasi yang lebih cepat dan terdokumentasi secara digital.
Baca Juga: Penanaman Modal Sektor ESDM Turun Gegara Listrik, Bahlil Bakal Panggil Bos PLN
Lewat mekanisme Mutakhir, perusahaan Berencana Lewat tiga tahap evaluasi Didalam kesempatan perbaikan Ke setiap tahapnya. Ia mengatakan, apabila permohonan telah lengkap dan belum memperoleh persetujuan atau penolakan Sesudah delapan hari kerja, sistem secara otomatis Berencana menerbitkan persetujuan RKAB.
Selain percepatan administrasi, sistem ini juga Memperbaiki transparansi Untuk perusahaan. Transformasi ini diharapkan memperkuat kepercayaan pelaku usaha Pada sistem perizinan yang objektif dan terukur. “Iya memang (pengajuan) lewat MinerbaOne, Langkah. Memang ada beberapa mandatory, kayak reklamasi, piutang, seperti itu,” sambungnya.
Sebagai informasi, Pembantu Ri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan tahun ini pemerintah resmi memangkas produksi batu bara Untuk negeri. Semula 790 juta ton produksi nasional tahun 2025, dipangkas menjadi 600 juta ton Untuk tahun 2026.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: 300 Perusahaan Batu Bara Belum Ajukan RKAB Produksi 2026











