Viral sebuah narasi Di media sosial X yang menyebutkan ada banyak masalah Kesejajaran disebabkan Dari ‘usus kotor’. Di cuitan yang viral, penulis menyebut beberapa masalah Kesejajaran tersebut meliputi napas bau, jerawat muncul, hingga insomnia.
“Kenapa banyak yang nggak tahu. Napas bau = usus kotor. Jerawat muncul = usus kotor. Perut kembung = usus kotor. Susah turun BB = usus kotor. Antibodi lemah = usus kotor. Craving terus = usus kotor. Sakit kepala = usus kotor. Perut buncit = usus kotor. Insomnia = usus kotor,” tulis netizen tersebut.
Unggahan tersebut lantas mengundang banyak komentar. Ada yang percaya dan mengaku pernah mengalaminya, tapi ada juga yang tidak setuju Di cuitan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian netizen berpendapat sebenarnya tidak ada istilah medis ‘usus kotor’, Supaya cuitan tersebut sebenarnya tidak tepat.
“Dari kapan usus kita pernah bersih, nder? Klo usus kita bersih malah mati kita nder…Serius, bisa mati. Usus kita kotor mah normaaalllll wkwk,” timpal salah satu netizen.
“im blaming everything on usus kotor from now on (mulai sekarang, aku mulai menyalahkan semua masalahku Di usus kotor),” kata netizen lain.
Lantas bagaimana faktanya? Spesialis Gangguan Di Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menjelaskan istilah ‘usus kotor’ sebenarnya memang tidak dikenal Di dunia medis.
Keluhan yang sering dikaitkan Di istilah tersebut lebih tepat disebut sebagai ‘gangguan pencernaan’, yang dapat melibatkan berbagai proses, mulai Di pemecahan Konsumsi hingga pergerakan usus. Salah satu contohnya seperti Situasi maldigesti.
“Ini bisa juga Yang Berhubungan Di Di buang air besar yang tidak teratur, buang air besar yang tidak teratur, konstipasi itu bisa menyebabkan berbagai macam Gangguan,” ungkap Prof Ari ketika dihubungi detikcom, Rabu (7/1/2026).
“Baik itu misalnya terjadi divertikulosis (terbentuknya kantung Di dinding usus besar), Lalu juga terjadi hemoroid (ambeien), Lalu juga bisa terbentuk polip dan lain-lain,” sambungnya.
Prof Ari menambahkan usus juga membutuhkan bakteri-bakteri baik, agar sistem pencernaan bekerja lebih sehat. Ia lantas menyinggung soal ‘brain gut axis’, sebuah poros hubungan Antara kerja otak dan sistem pencernaan.
Walaupun brain gut axis ini Yang Berhubungan Di erat Di faktor Beban, ini juga dapat dipengaruhi Dari jumlah kuman baik yang ada Di usus.
“Dari Sebab Itu kalau kuman baiknya ini kurang ya Di satu sisi, tentunya Berencana menyebabkan berbagai macam Gangguan termasuk Gangguan peradangan misalnya seperti itu. Dan ini pun juga bisa Yang Berhubungan Di Di buang air besar yang tidak teratur,” jelas Prof Ari.
“Yang tentu Di sini bisa juga akhirnya membuat daya Konsisten menjadi turun, Lalu juga bisa saja menimbulkan bau yang tidak sedap baik itu Di flatus (kentut) maupun sendawa. Dari Sebab Itu sekali lagi tidak tepat menggunakan istilah usus kotor,” tandasnya.
Halaman 2 Di 3
(avk/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral ‘Usus Kotor’ Disebut Dari Sebab Itu Sumber Gangguan, Praktisi Medis Beberkan Faktanya











