Jakarta –
Pelanggan ini kecewa usai beli daging angus Di supermarket. Ia minta ganti rugi Lantaran ada plastik Di Di daging tersebut.
Konsumsi yang dijual Di supermarket umumnya dikenal lebih bersih,m dan kualitasnya lebih baik daripada Di pasar.
Akan Tetapi, Bersama area yang lebih nyaman bukan berarti Konsumsi yang ditawarkan punya Mutu terjamin. Terlebih Di hendak membeli daging.
Penting Mengkaji sumber, potongan, dan juga kualitasnya Bersama seksama.
Banyak juga daging Di supermarket yang kualitasnya tidak bagus dan bisa membahayakan Keadaan tubuh. Seperti yang ditemukan pelanggan ini Di salah satu supermarket Singapura.
Seorang pelanggan anonim membagikan cerita ketika ia membeli daging Di supermarket Master Grocer Melewati Perdagangan Elektronik Shopee.
Pelanggan tersebut memesan sebungkus daging cincang Australia Black Angus Lean seberat 500 gram beserta beberapa Konsumsi lain, seperti daging babi, ceker ayam, daging ayam beku, dan lain sebagainya.
Sesudah belanjaannya sampai Di Rumah, pelanggan ini langsung memasak cincangan daging black angus.
Akan Tetapi, Di dimasak pelanggan itu menemukan ada plastik Di Di daging, baik Di porsi yang mau dia makan atau Di sisa daging lainnya, lapor stomp.straittimes.com (28/03/2025).
Melihat ada plastik Di Di daging, pelanggan itu merasa terkejut dan khawatir.
Ia segera menghubungi supermarket Master Grocer Bagi Menyambut pertanggung jawaban.
Pelanggan ini kecewa melihat ada plastik Di daging angus yang ia beli. Foto: Stomp.straitstime.com / Ong Su Mann
|
Sayangnya respon yang diberikan tidak sesuai dugaan. Supermarket tersebut justru meminta pelanggan mengembalikan pesanan daging Angus cincang tersebut. Sesudah daging dikembalikan, barulah mereka Akansegera memproses pengembalian uang.
Sebenarnya tidak diketahui secara pasti berapa jumlah uang yang Akansegera dikembalikan.
Akan Tetapi, jika dilihat Bersama percakapan pelanggan, tampaknya supermarket itu hanya Akansegera mengembalikan uang sebesar 7 SGD atau Di Rp 86.410.
“Tidak ada permintaan maaf yang tulus, tidak ada kompensasi parsial, hanya Kemakmuran mereka menyalahkan Aturan Shopee,” jelasnya.
Pelanggan ini menilai kompensasi yang diberikan Master Grocer tidak sepadan Bersama risiko bahaya yang ia terima.
Akhirnya, pelanggan tersebut melaporkan kejadian ini Di pihak berwenang SFA atau Singapore Food Agency.
![]() |
Di sisi lain, pihak Master Grocer memberi klarifikasi lewat Stomp.
“Berdasarkan Aturan perusahaan, biasanya keluhan terjadi Di produk internal atau kemasan eksternal,” ujar perwakilan Master Grocer.
Supermarket ini Akansegera menawarkan pengembalian dana penuh atas seluruh pesanan atau produk yang bermasalah. Karenanya, mereka perlu Membahas kembali sleuruh produk agar dapat melakukan penyelidikan mendalam.
Sehubungan Bersama ini, menurut pihak supermarket pelanggan tersebut membeli produk mereka lewat Shopee tetapi tidak mengajukan pengembalian dana Di platform tersebut.
“Akan Tetapi, pelanggan tetap meminta pengembalian 500 SGD ( Rp 6,170,291) penuh atas pesanannya,” jelas perwakilan supermarket.
Alhasil pihak supermarket tidak bisa Mengejar Bersama Detail pesanan pelanggan dan tidak dapat memproses pengembalian dana penuh secara langsung, Lantaran harus lewat platform Shopee.
“Kami memahami bahwa tanggapan kami Mungkin Saja mengecewakan dan kami ingin meyakinkan pelanggan bahwa niat kami bukanlah Bagi mengabaikan kekhawatiran mereka, tetapi Bagi memastikan keadilan dan keakuratan Di menangani semua klaim,” ujar perwakilan supermarket.
Mengenai tanggapan Master Grocer, pelanggan ini kembali menjelaskan Bersama sisinya.
Penghayatan buruk ini membuat dia meminta voucher atau uang tunai senilai 500 SGD (Rp 6,170,291) Bagi penggunaan Di masa mendatang.
“Akan Tetapi, permintaan saya ditolak dan mereka hanya Akansegera mengembalikan uang jika saya mengembalikan seluruh pesanan atau Produk yang rusak Sesudah saya memberitahu mereka bahwa saya telah memakan sebagiannya,” pungkas pelanggan.
Pelanggan juga menjelaskan bahwa tombol ‘pengembalian dana’ Di platform Shopee tidak lagi tersedia, Supaya ia tidak bisa melakukannya.
Yang Berhubungan Bersama penemuan plastik Di daging cincang ini, pihak Master Grocer Membeberkan bahwa mereka segera melakukan penyelidikan menyeluruh.
Master Grocer juga mengklaim telah bekerja sama erat Bersama SFA Bagi menyelesaikan keluhan pelanggan dan kekhawatiran publik.
Di tanggal 22 Maret lalu, pelanggan akhirnya Menyambut email pemberitahuan terbaru Bersama SFA Yang Berhubungan Bersama insiden ini.
Email tersebut menjelaskan bahwa investigasi telah selesai dan ditemukan kelalaian Di hal Perlindungan Kelaparan Global. Bersama karenanya, SFA Akansegera Membahas tindakan penegakan hukum Pada pemegang izin.
Insiden ini pun ditutup Bersama pelanggan yang akhirnya bisa mengajukan pengembalian dana yang dimaksud Lantaran memang Kesalahan Individu terjadi Di pihak supermarket.
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Temukan Plastik Di Pesanan Daging, Pelanggan Ini Tuntut Ganti Rugi