Wisata  

Tegas! Inggris Larang Warganya Liburan Hingga 14 Bangsa Ini



London

Inggris menjadi salah satu penyumbang turis Dunia. Di Ditengah konflik ini, Inggris buatkan travel warning Hingga 14 Bangsa.

Kantor Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) telah Menerbitkan travel warning Hingga 14 Bangsa. Warga Bangsa (WN) Inggris diminta Sebagai meninggalkan Bangsa-Bangsa yang sudah disebut Untuk keselamatan mereka, seperti dikutip Di The Mirror Di Jumat (20/3/2026).

Israel dan Rusia termasuk Di Di Bangsa-Bangsa Di daftar tersebut, Di Ditengah gangguan yang disebabkan Bersama konflik Di Timur Ditengah.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Eskalasi regional menimbulkan risiko Keselamatan yang signifikan dan telah menyebabkan gangguan perjalanan. Jauhi area Di Di fasilitas Keselamatan atau militer. Ikuti instruksi Di otoritas setempat dan pantau media lokal dan internasional Sebagai informasi terbaru,” kata FCDO.

Hingga-14 Bangsa yang Dikatakan sepenuhnya terlarang Untuk warga Inggris tersebar Di Eropa, Afrika, dan Asia. Perdana Pembantu Ri Keir Starmer bersikeras bahwa ekonomi Inggris berada Di posisi yang baik Sebagai melewati badai tersebut.

Perdana Pembantu Ri mengatakan bahwa ia tidak Berencana membiarkan Inggris terseret Hingga Di Konflik Bersenjata yang lebih luas Di Timur Ditengah. Akan Tetapi ia juga memperingatkan tentang ketidakpastian Di masa Didepan. Para Pembantu Ri Berusaha Mengatasi seruan Sebagai merencanakan intervensi Lebih Jelas Sebagai mencegah “Ketidakstabilan Ekonomi Trump”.

Berikut adalah Bangsa-Bangsa yang Menyambut travel warning level 4 Di Inggris, yaitu Afghanistan, Belarus, Burkina Faso, Haiti, Iran, Irak, Israel, Mali, Niger, Palestina, Rusia, Sudan Selatan, Suriah dan Yaman.

FCDO juga menandai 60 Bangsa lain sebagai zona terlarang, termasuk Spanyol, Finlandia, Jerman, dan Polandia.

“Jauhi area Di Di fasilitas Keselamatan atau militer. Ikuti instruksi Di otoritas setempat dan pantau media lokal dan internasional Sebagai informasi terbaru,” tambah FCDO.

(bnl/wsw)


`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}

async connectedCallback() {

if (elementType === ‘single’) return false;

const { default: Swiper } = await import(

);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tegas! Inggris Larang Warganya Liburan Hingga 14 Bangsa Ini