Belakangan mulai muncul ‘sekte-sekte’ Mutakhir Hingga bulan Ramadan. Seperti kelompok yang memilih sahur full karbohidrat, serta golongan lain yang memutuskan makan hanya full protein.
Dua kelompok ini tentu datang Bersama berbagai keuntungan yang ditawarkan, Tetapi tetap saja ada kerugian-kerugian yang juga menanti. Bersama Sebab Itu, bijak Di mengikuti Gaya juga perlu, Agar tak merugi layaknya Skuat Perserikatan Inggris, Chelsea.
Kerugian Sahur Full Karbo
Sahur full karbohidrat memang menawarkan rasa kenyang hingga begah, seakan-Berencana seseorang bisa bertahan hingga magrib datang. Sayangnya, realitas berkata lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makan sahur Bersama menu full karbohidrat Berencana membuat perut lebih cepat terasa kosong, Agar tubuh Berencana mulai lemas, konsentrasi buyar, hingga rasa kantuk tak tertahankan.
Hal ini Sebab cara tubuh Di mengolah karbohidrat. Rasa kenyang dipengaruhi Bersama komposisi zat gizi dan respons gula darah Setelahnya makan, terlebih jika Minuman yang dipilih adalah nasi putih Di jumlah banyak, gorengan, serta minuman manis.
Karbohidrat sederhana seperti nasi putih mudah dicerna tubuh. Proses ini menyebabkan kadar gula darah naik Bersama cepat. Kebugaran tersebut dikenal sebagai glucose spike. Setelahnya lonjakan terjadi, kadar gula darah dapat turun Di waktu relatif singkat. Penurunan inilah yang memicu rasa lemas, mengantuk, dan lapar lebih cepat.
Studi yang dipublikasikan Hingga jurnal Nutrients dan The American Journal of Clinical Nutrition Di beberapa tahun terakhir Menunjukkan bahwa Minuman Bersama indeks glikemik tinggi memicu fluktuasi gula darah yang lebih besar. Fluktuasi tersebut berpengaruh Di regulasi hormon lapar seperti ghrelin, Agar keinginan makan muncul kembali Di waktu singkat.
Kerugian Sahur Full Protein
Hingga sisi lain, ada golongan sahur full protein Bersama memilih Minuman-Minuman seperti ayam, telur rebus, dan daging. Tujuannya disebutkan agar gula darah tidak naik dan tubuh Berencana menggunakan lemak sebagai sumber tenaga.
Praktisi Medis spesialis gizi klinik dr Raissa E Djuanda, SpGK AIFO-K FINEM mengatakan Kelompok harus berhati-hati Di menyikapi Gaya ini. Pasalnya, ada kerugian-kerugian yang mirip Bersama Gaya ‘full karbo’.
“Secara teori sebagian benar, tapi tidak sesederhana itu. Tubuh memang bisa memakai lemak sebagai energi Di asupan karbohidrat sangat rendah. Tetapi, Di puasa, tubuh tetap butuh glukosa Sebagai otak dan sel darah merah,” kata dr Raissa Di dihubungi detikcom, Rabu (25/2/2026).
“Jika karbo terlalu rendah, tubuh bisa memecah protein otot bukan lemak saja. Bersama Sebab Itu bukan otomatis langsung bakar lemak. Gaya ini tidak disarankan Sebagai mayoritas orang. Sebab resiko cepat lemas dan sulit konsentrasi, dehidrasi lebih cepat, hingga sembelit,” sambungnya.
Menurut ilmu gizi, sahur yang dianjurkan adalah Bersama menyeimbangkan menu-menu yang ada Hingga Piring, baik itu karbohidrat, protein, lemak sehat, hingga serat.
“Contoh nasi merah, telur, ayam, tahu, tempe, alpukat, kacang, sayur, dan buah. Ini memberi energi stabil Di puasa,” tutupnya.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video Pantesan Ada Sehat-sehatnya, Ini yang Dialami Organ Tubuh Di Puasa“
Puasa Sehat Penuh Berkah
16 Konten
Di puasa, terjadi perubahan pola makan dan ritme kehidupan secara keseluruhan. Adaptasi Hingga awal Bisa Jadi agak menantang, tapi tetap bisa dilewati tanpa perlu banyak drama. Malahan Untuk yang punya masalah asam lambung, puasa bisa Memberi manfaat.
Konten Lanjutnya
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Risiko Sahur Hanya Full Karbo Atau Protein, Awas Merugi Kayak Chelsea









