loading…
Harga Energi dunia diproyeksikan bertahan Di atas USD100 per barel Untuk beberapa tahun Ke Di. FOTO/AP
“Kami Bisa Jadi memasuki zona merah Di Juli atau Agustus jika tidak ada perbaikan situasi,” ujar Direktur Eksekutif International Energy Agency, Fatih Birol dikutip Untuk CNBC, Rabu (27/6/2026).
Baca Juga: 10 Bangsa Didalam Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi Di Dunia, Ada Indonesia?
Harga Energi sempat turun Di bawah USD100 per barel Di awal pekan ini menyusul laporan potensi kesepakatan Ditengah Amerika Serikat dan Iran. Akan Tetapi, Gaya tersebut tidak bertahan lama Sebab kekhawatiran Di gangguan pasokan yang berkepanjangan masih mendominasi pasar.
Energi mentah Brent Untuk beberapa sesi terakhir diperdagangkan Di kisaran USD106–USD108 per barel, lebih rendah Untuk puncak konflik yang mendekati USD126, tetapi masih Di 50% lebih tinggi dibandingkan level Sebelumnya konflik Di kisaran USD70.
Gangguan pasokan dinilai jauh lebih besar Untuk Prakiraan awal. Firma Penanaman Modal Asing sumber daya alam Goehring & Rozencwajg Mengantisipasi Di 15 juta barel per hari pasokan Energi masih terganggu, atau Di tiga kali lebih besar dibandingkan krisis Energi Sebelumnya.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Krisis Selat Hormuz, Harga Energi Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun











