Jakarta –
Seiring Lebihterus dekatnya Lebaran 2026, Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Selatan, mulai dipadati pemudik. Bagaimana kenyamanan dan Perlindungan pemudik Di Kampung Rambutan?
detikTravel menyambangi Terminal Kampung Rambutan Sebagai melihat kecukupan fasilitas tersebut Bagi para penumpang menjelang mudik lebaran Di Kamis, (12/3/2026). Pada itu, pemudik sudah ada, tetapi belum membeludak, tidak ada antrean penumpang.
Terminal Kampung Rambutan tak main-main menyiapkan diri menyambut pemudik. Pengelola menjanjikan agar para pemudik lebih nyaman kali ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi, Untuk pantauan detikTravel, Di balik area tunggu yang lebih terorganisir, beberapa realitas Di lapangan tetap menjadi fokus perhatian, termasuk minimnya tempat sampah dan masalah penjualan tiket Lewat calo yang masih saja ada.
1. Suasana ruang tunggu dan Lobby pemesanan tiket
|
Suasana ruang tunggu Di terminal Kampung Rambutan Pada arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (Mohammad Farrel/detikcom)
|
Untuk pantauan visual Di lokasi, area ruang tunggu terlihat jauh lebih tertata dan deretan Bangku yang memadai. Terdapat juga fasilitas modern seperti loket Customer Service yang luas, charging booth Sebagai mengisi daya gawai, mesin tiket mandiri, pusat informasi, hingga pos pelayanan terpadu Untuk kepolisian.
Menariknya, terdapat juga rak Literatur atau sudut baca yang bisa dimanfaatkan penumpang Sebagai membunuh waktu.
Kenyamanan itu diakui Dari Desti, pemudik tujuan Lampung, yang memilih berangkat Untuk Kampung Rambutan kendati bekerja Di Bogor.
“Kayaknya rapi, bagus juga, cantik juga sih, enggak kotor. Lantaran kalau Di Bogor itu kan nunggunya harus Di pinggir jalan raya, kita enggak tahu jam berapa datangnya. Kalau Di terminal kan sudah tahu jamnya,” ujar Desti kepada detikTravel.
Peningkatan fasilitas juga dirasakan Dari Piscal (26), pemudik tujuan Baturaja, Sumatera Selatan, yang sudah rutin mudik Lewat terminal itu Dari 2013. Menurutnya, Terminal Kampung Rambutan kini jauh lebih nyaman dibandingkan masa lalu.
Fasilitas musala Di area atas menjadi salah satu nilai plus Lantaran dinilai bersih dan terawat. Meski begitu, Piscal menyoroti letak tempat sampah yang masih kurang terjangkau Di area tunggu.
“Kebersihannya tadi pas sudah habis hujan langsung dibersihkan, cuma sampahnya saja sih. Masih ada buang sembarangan Lantaran tempat sampahnya agak susah dijangkau kali ya. Di Didekat-Didekat sini (ruang tunggu) enggak ada,” kata Piscal.
Berdasarkan pantauan detikTravel, tempat sampah Di lokasi masih kurang. Menyebabkan masih banyak beberapa orang yang membuang sampah sembarangan.
Tidak adanya smoking area dan peringatan dilarang merokok Di terminal tersebut, menyebabakan banyak orang yang merokok Di lobby area tunggu kedatangan Kendaraan Angkutan Umum dan tempat penukaran tiket hingga lantai sedikit kotor.
3. Toilet Masih Berbayar
Satu hal yang masih menjadi catatan Di Terminal Kampung Rambutan adalah fasilitas toilet umum. Di sana, toilet umum belum sepenuhnya gratis.
Berdasarkan pantauan lapangan detikTravel, penumpang masih dikenakan tarif Di Rp 3.000, tergantung Untuk penggunaannya (mandi, buang air kecil, atau buang air besar). Kemakmuran itu menjadi perhatian tersendiri Bagi fasilitas publik berstatus terminal tipe A.
4. Realita Lapangan: Calo atau Karyawan PO Kendaraan Angkutan Umum?
Klaim mengenai hilangnya calo Di terminal rupanya masih Memperoleh area abu-abu. Piscal mengakui bahwa terminal kini terasa lebih aman Untuk preman atau calo yang memaksa membawakan Produk.
“Kalau dulu banyak calo lah, preman lah gitu. Kalau dulu kan mau bawain Produk itu maksa ya, kalau sekarang ya sudah Bisa Jadi sudah ada penertiban juga kali ya. Karena Itu enggak terlalu dipaksalah kalau emang enggak mau ya sudah,” kata Piscal.
Suasana mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mulai terasa Di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026). Sejumlah Kandidat penumpang terlihat mulai memadati area terminal Sebagai berangkat lebih awal Di kampung halaman. (Mohammad Farrel) |
Tetapi, realita Di lapangan Menunjukkan hal yang sedikit berbeda. Pada tiba Di lokasi, Regu detikTravel langsung disambut sebanyak 3 kali Di orang yang menawarkan jasa Di gaya khas calo, “Mau Hingga mana bang, naik apa, udah mesen?”
Pada dikonfirmasi, staf Perlindungan setempat mengatakan mereka bukan calo, tetapi orang-orang Di area Layanan Pelanggan tersebut adalah karyawan resmi Untuk Perusahaan Otobus (PO).
Berdasarkan keterangan papan informasi, penjualan tiket sendiri dipusatkan Di lantai 2, tetapi Di lobi utamanya pun masih terdapat sejumlah “karyawan PO” yang aktif mencari penumpang.
Kendati ada kekhawatiran yang terus berlanjut mengenai fasilitas, transportasi Kendaraan Angkutan Umum tetap menjadi pilihan utama Bagi banyak orang. Desti dan Piscal sepakat bahwa perjalanan Di Kendaraan Angkutan Umum Menyediakan rasa ruang dan kenyamanan yang lebih besar dibandingkan Di Penghayatan yang seringkali sempit Pada bepergian Di travel.
Harga tiket mudik Lebaran 2026 Disorot wajar. Piscal Memperoleh tiket Sinar Jaya Hingga Baturaja seharga Rp 350.000. Dia bilang nominal itu merupakan tarif standar Sebelumnya Fluktuasi Harga Di Idulfitri.
Desti yang membeli tiket secara online Sebagai tujuan Lampung membeli Di harga Rp 360.000, termasuk asuransi. Pembelian itu juga disebabkan Lantaran tidak membeli Di puncak keramaian mudik Di 13-14 Maret dan 17-18 Maret.
Terminal Kampung Rambutan telah Menunjukkan kemajuan signifikan Untuk infrastruktur visual dan kebersihan secara keseluruhan.
Tantangan Pada ini adalah menentukan bagaimana manajemen Akansegera menangani peran calo Sebagai memastikan Kepribadian penumpang tetap terjaga, sambil juga memenuhi kebutuhan memperbanyak dan memperjelas tempat sampah Sebagai menjaga kebersihan fasilitas Terbaru ini.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Fasilitas Makin Sip, tapi Benarkah Bebas Calo?












