Jakarta, CNN Indonesia —
Kementerian Keadaan (Kemenkes) mengimbau Kelompok Di Area terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) tidak menggunakan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua atau kendaraan terbuka lainnya.
Imbauan itu tertuang Di Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Keadaan Kelompok Di Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kemenkes Kunta Wibawa Dasa Nugraha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hindari penggunaan kendaraan roda dua atau kendaraan terbuka lainnya Sebagai Memangkas paparan abu vulkanik,” tulis SE tersebut.
Kendaraan roda dua dipandang berisiko Lantaran pengendara terpapar langsung Di abu Di udara terbuka, baik lewat saluran pernapasan, mata, maupun kulit. Kemenkes mencatat pajanan abu vulkanik dapat memicu iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk asma dan Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke mata, partikel abu bisa menyebabkan iritasi hingga abrasi kornea akibat gesekan. Ke kulit, Tanda-Tanda berupa iritasi, kemerahan, dan gatal.
Selain risiko Keadaan, keberadaan abu Di jalan turut menaikkan risiko kecelakaan. Mutu udara yang turun Memangkas jarak pandang pengendara, Sambil endapan abu membuat permukaan jalan licin.
SE ini merupakan respons Kemenkes atas peningkatan Kegiatan erupsi Anak Krakatau Sebelum Jumat (4/9) malam. Sebaran abu vulkanik Ke Senin (7/9) pagi terdeteksi bergerak Di Area Jakarta, Banten, Lampung, dan Jawa Barat berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Bila terpaksa berkendara
Untuk pengendara yang tetap harus turun Di jalan, Kemenkes menganjurkan pemakaian masker respirator partikulat seperti N95, KN95, KF94, FFP2, atau yang setara. Bila tidak tersedia, masker medis dapat dipakai sebagai perlindungan Sambil. Masker harus menutup hidung, mulut, dan dagu, serta segera diganti jika basah, kotor, atau rusak.
Perlindungan mata dilakukan Bersama Kacamata pelindung tertutup atau goggles. Kemenkes juga meminta warga tidak mengucek mata yang terkena abu dan menghindari penggunaan lensa kontak Di hujan abu. Bila mata terpapar, dianjurkan dibilas Bersama air bersih Masuk atau cairan pembilas steril.
Kulit juga perlu dilindungi Bersama Pengganti berlengan panjang, celana panjang, dan alas kaki tertutup. Setelahnya beraktivitas Di luar ruangan, warga diminta segera mandi atau membasuh Dibagian tubuh yang terpajan, sekaligus mengganti Pengganti.
“Apabila harus berkendara, kurangi Kecepatanakses, nyalakan lampu, dan jaga jarak aman Sebagai menghindari kecelakaan lalu lintas,” demikian bunyi SE.
(fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Kemenkes Imbau Warga Hindari Kendaraan Bermotor Roda Dua Untuk Kurangi Paparan Abu Vulkanik











