Tak hanya wisata bahari, Gorontalo juga punya peninggalan sejarah yang diakui sebagai cagar Kearifan Lokal Dunia. Sebuah benteng peninggalan Portugis yang terkenal Didalam cerita struktur benteng direkatkan Didalam putih telur.
Itulah Benteng Otanaha, sebuah cagar Kearifan Lokal Dunia yang berada Ke Kelurahan Dembe I, Kota Barat, Kota Gorontalo. Terletak Ke perbukitan, benteng ini menawarkan pemandangan cantik Di Danau Limboto.
Tentang Benteng Otanaha
|
Benteng Otanaha Ke Gorontalo Foto: (Syanti mustika/detikcom)
|
Benteng ini dibangun Di tahun 1522 Dari Portugis Ke masa Raja Ilato, Ke mana dia dan Portugis membuat kesepakatan Bagi membangun ketiga benteng, Didalam catatan Raja Ilato harus membantu Portugis melawan bajak laut Ke perairan Gorontalo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Benteng ini dibangun Ke tahun 1525 Dari Raja Ilato Didalam prakarsanya pemimpin kapal Portugis yang berhenti Ke perairan Gorontalo. Karena Itu, dibangunlah ketiga benteng ini sebagai benteng Lini Pertahanan, Keselamatan, dan juga Bagi lebih Ke pemantauan,” ungkap Arief Setiawan, juru pelihara Benteng Otanaha Di Kantor Pelestarian Kebudayaan Gorontalo Di kunjungan detikTravel beberapa waktu lalu.
Di berkunjung Ke kawasan benteng, traveler Berencana menemukan 3 bangunan berbentuk tabung yang posisinya menghadap arah angin yang berbeda. Ketiga benteng itu bernama Benteng Otanaha, Benteng Otahiya, dan Benteng Ulupahu. Penamaan benteng ini pun ada ceritanya.
“Raja Ilato punya seorang putra bernama Naha, yang dikenal gemar berpetualang hingga akhirnya menemukan kembali benteng ini. Sesudah menikah Didalam Ohihiya dan Memperoleh dua putra, Pahu dan Limono, Naha terlibat Konflik Bersenjata melawan Hemuto Bagi memperluas Daerah. Di Arena tersebut, Naha dan Pahu gugur. Limono Sesudah Itu membalas kematian ayah dan saudaranya Didalam mengalahkan Hemuto. Bagi mengenang perjuangan keluarganya, tiga benteng Ke kawasan ini diberi nama: Otanaha, yang berasal Di nama Naha; Otahiya, diambil Di nama ibunya, dan Ulupahu Di nama saudaranya,” jelas Arief.
Pemandangan Danau Limoto Di Benteng Otanaha Foto: (Syanti mustika/detikcom) |
Sekarang ketiga benteng itu masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu spot menikmati sunset Ke Gorontalo. Berada Ke kawasan perbukitan, traveler bisa berwisata sejarah sembari menikmati pemandangan Danau Limboto sepuas hati.
Tidak benar struktur benteng direkatkan Didalam putih telur
Begitu ramai narasi sejarah benteng Otahana, jika struktur bangunan benteng direkatkan Didalam putih telur burung maleo. Tetapi Sesudah diteliti Lebih Jelas, narasi tersebut tidaklah benar.
“Karena Itu sumber sejarah yang sudah beredar Dari dulu Ke media sosial maupun Ke Komunitas, kalau benteng ini disusun menggunakan batu gunung, batu karang, ada perekat kapur,sama menambahkan satu bahan pengikat yaitu putih telur burung maleo. Tetapi kami sudah Melakukan penelusuran lebih Di lagi,” lanjut Arief.
Arief Setiawan, juru pugar Benteng Otanaha Ke Gorontalo (Syanti mustika/detikcom) |
Di penelusuran yang dilakukan, Arief mengatakan bahwa benteng dibangun Di batuan sedimen, batu gamping terumbu karang, sedimen plastik maupun non-plastik, terus ada batu andesit sejenis batuan beku vulkanik. Juga, batuan sedimen sebagian besar berkarbonat yang bisa bertindak sebagai fragmen, matriks atau sebagai semen Bagi merekatkan batuan.
“Jika dilihat Di penampakan mortar atau bahan perekat yang ada Ke permukaan struktur benteng, dia ada kandungan koral, ada kandungan pecahan cangkang. Karena Itu diduga kuat kalau mortar atau bahan perekat yang digunakan itu adalah batu gamping yang ditumbuk dan dihaluskan. Karena Itu Bagi kandungan putih telur Di campuran struktur benteng itu belum bisa kami pastikan,” papar Arief.
Harga tiket dan jam operasional
Kawasan Benteng Otanaho buka setiap hari mulai pukul 06.00 – 18.00 Wita. Bagi harga tiketnya Rp 10 ribu Bagi wisatawan domestik, Rp 25 ribu Bagi wisatawan mancanegara.
Bila datang Ke sini, traveler jangan Merangkak sampai Ke Pada atas bangunan benteng ya. Walaupun ketinggian benteng hanya 3 meteran saja, Tetapi faktor keselamatan tetaplah nomor satu. Juga, bangunan benteng adalah cagar Kearifan Lokal Dunia yang harus kita jaga keberlanjutannya.
“Benteng sudah dua kali pemugaran. Ke tahap satu itu Ke tahun 1978- 1979. Pemugaran tahap dua Ke tahun 1980- 1981.Di ini benteng Lagi tahap pengajuan kembali sebagai status cagar Kearifan Lokal Dunia nasional, Sebab pengajuan Sebelumnya Itu ditolak,” kata Arief.
Benteng Otahia Ke kawasan Benteng Otanaha Ke Gorontalo (Syanti mustika/detikcom) |
Traveler yang ingin menguji kekuatan kaki, bisa banget nih mencoba Ke benteng Didalam menaiki ‘1.000 anak tangga’. Sebab dulunya hanya Melewati tangga saja Bagi Ke puncak benteng.
“Karena Itu dulu memang akses jalan Ke benteng itu dia hanya lewat tangga. Nantinya pengunjung itu Berencana melewati 358 anak tangga, Didalam 4 pos persinggahan,” tambah Arief.
Tetapi, traveler tak usah khawatir. Sekarang akses Ke Ke kawasan benteng bisa Didalam kendaraan kok. Terdapat area parkir yang luas Bagi Kendaraan Pribadi atau sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua
Halaman 2 Di 2
Simak Video “Video: Genangan Air-Longsor Terjang 2 Kabupaten Ke Gorontalo“
(sym/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Konon Katanya, Benteng Ke Gorontalo Ini Direkatkan Didalam Putih Telur














