Bulukumba –
Seorang wisatawan berusia 17 tahun tewas tenggelam Di tebing Apparalang, Bulukumba, Sulawesi Selatan. Insiden ini memicu penyelidikan dan sorotan Di sistem Keselamatan wisata.
Turis bernama Elmi Febrianti (17) itu awalnya Di Berwisata bersama keluarga Di Di tebing Apparalang.
Kepala Pelaksana BPBD Bulukumba Andi Hasbullah mengatakan peristiwa nahas itu terjadi Di kawasan wisata Apparalang, Desa Lembanna, Kecamatan Bonto Bahari, Minggu (7/6) Di pukul 14.30 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Elmi bersama temannya Pada itu mendatangi spot foto Di tebing Apparalang. Tetapi tiba-tiba ombak menghantam korban hingga akhirnya terjatuh Hingga laut.
Korban sempat terombang-ambing Di lautan tanpa pertolongan Sebelumnya dinyatakan hilang. Hal itu terekam Perekamgambar yang videonya viral Di media sosial. Korban terlihat kesulitan Berendam. Korban beberapa kali timbul tenggelam Di perairan akibat arus deras Di lokasi.
Skuat SAR gabungan Setelahnya Itu berhasil menemukan Elmi Di hari yang sama. Korban ditemukan Di Situasi meninggal dunia dan langsung dievakuasi.
“Telah diserahkan kepada keluarga korban,” imbuhnya seperti dilansir Didalam detikSulsel.
Polisi turun tangan Mengejar Peristiwa Pidana tewasnya gadis ABG bernama Elmi Febrianti (17) usai terjatuh Hingga laut Pada berfoto Di kawasan wisata Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pihak keluarga korban juga telah melaporkan kejadian tersebut Hingga Polres Bulukumba.
“Hari ini kami terima laporan Didalam keluarga korban,” kata Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto.
Polisi Setelahnya Itu memutuskan menutup kawasan tersebut. “(Ditutup Sebagai) Mencegah kejadian berulang. Dan Sebagai kepentingan penyelidikan,” ujar Restu.
Di Pada Yang Sama DPRD Bulukumba memanggil pengelola wisata tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), buntut insiden wisatawan tewas tenggelam Lewat Diskusi dengar pendapat (RDP). Di RDP tersebut, terungkap bahwa sistem Keselamatan wisata tebing Apparalang tidak disiapkan Didalam baik.
“Tadi ini dan Sambil Itu berlangsung dipimpin Dari ketua Komisi B itu melakukan RDP Didalam memanggil pengelola yang ada Di situ,kadis Wisata Internasional, dan beberapa kalangan lainnya, tokoh Kelompok. Didalam timBasarnas juga kita undang,” ujar Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris
Dia mengaku menyoroti sistem Keselamatan Di lokasi wisata tersebut hingga menimbulkan korban jiwa. Syahruni menyebut kawasan itu tidak Memiliki instrumen Keselamatan yang distandardisasi Sebagai Kegiatan wisatawan Di area pantai atau laut.
“Saya melihat memang itu tidak ada sama sekali instrumen Sebagai menjaga Keselamatan pengunjung. Kan mestinya, saya analogikan begini, biasanya itu Di pantai ada namanya penjaga pantai, Lantaran itu SOP. Semua garis pantai yang melibatkan banyak wisatawan itu harus ada SOP minimal ada penjaga, ada instrumen seperti ban atau pelampung yang sifatnya bisa menolong. Di Pada Yang Sama tidak ada sama sekali. Saya pernah Hingga sana, memang hampir dibilang tidak ada,” papar Syahruni.
(ddn/ddn)
Skuat detikSulsel
Jurnalis detikcom. Skuat detikSulsel melaporkan perkembangan berita dan potensi Daerah Sulawesi Selatan Didalam perspektif lokal dan nasional.
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Wisatawan Terseret Ombak Pada Foto Di Apparalang, Polisi Tutup Lokasi Wisata











