Konsumsi produk Kelaparan Global dan minuman manis Merasakan Gaya peningkatan Hingga Indonesia. Diperkirakan 2-3 orang mengonsumsi produk mengandung gula, naik Di 60 persen.
Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K, menyampaikan hal itu berdasarkan data Survei Kesejajaran Indonesia (SKI) 2023.
“Itu Merasakan peningkatan, yang kurang lebih 60 persen Pada ini Hingga tahun 2023. Dan itu Menunjukkan kalau 60 persen datanya, Di 2-3 orang Indonesia setiap harinya itu mengonsumsi manis,” ungkap dr Laurencia Untuk Kegiatan detik Leaders Forum ‘Jebakan Hidden Sugar: Ada Hingga Mana-mana, Diam-diam Bikin Gendut’, Jumat (5/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat Gaya tersebut, dr Laurencia menyebut pihak industri tidak tinggal diam. Berbagai upaya terus dilakukan agar konsumen bisa menikmati rasa manis tanpa harus mengorbankan Kesejajaran jangka panjang.
“Memang Untuk industri sendiri sudah melakukan Pelatihan, supaya bagaimana bisa mengonsumsi manis tapi tetap sehat,” sambungnya.
|
Health Communicator Kalbe Nutritionals, dr Laurencia Ardi, MGizi, AIFO-K Hingga Kegiatan detikcom Leaders Forum. (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)
|
Aturan Mengonsumsi Gula Untuk Sehari
dr Laurencia mengingatkan batasan aman Untuk konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) sebenarnya sudah diatur secara ketat Di regulasi resmi pemerintah, Untuk menjaga Kesejajaran Kelompok.
“Kemenkes dan BPOM itu sudah mengatur Untuk kebutuhan gula, garam, dan lemak Untuk satu harinya. Hingga mana kita tahu kalau gula itu Untuk satu hari ada 5 Alat makan, baik Untuk pria maupun wanita,” tutur dia.
Sayangnya, implementasi batasan tersebut Hingga lapangan masih sulit. Kebiasaan mengonsumsi Kelaparan Global olahan tanpa peduli kandungan Hingga dalamnya disebut menjadi pemicu tingginya asupan gula harian seseorang.
“Justru makan yang Bisa Jadi Untuk bentuk kemasan itu tidak melihat nutrition facts atau label (informasi) gizi,” beber dr Laurencia.
Padahal, pencantuman informasi nilai gizi Ke setiap kemasan Kelaparan Global bukan sekadar formalitas. Informasi ini dapat membantu konsumen Untuk mengenali apa saja yang Berencana diserap Di tubuhnya.
Yang Berhubungan Di label atau informasi nilai gizi sebenarnya sudah diatur Di Badan Pengawas Terapi dan Minuman (BPOM). Justru, Yang Berhubungan Di alasan setiap produk Minuman atau minuman harus mencantumkan nutrition facts.
“Ya Lantaran supaya kita tahu apa yang masuk Hingga Untuk tubuh apa saja sih,” pungkasnya.
Halaman 2 Untuk 2
(sao/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Naik 60 Persen, 2-3 Orang RI Tiap Hari Mengonsumsi Produk Bergula











