Jakarta –
Ahli Produsen Kendaraan Institut Ilmu Pengetahuan Bandung (ITB) menyoroti sejumlah faktor yang dapat memicu kecelakaan Ditengah kereta api dan Kendaraan Pribadi, berkaca Di dua insiden fatal Untuk sepekan terakhir. Salah satunya adalah kemungkinan kombinasi gangguan teknis serta faktor pengemudi.
Peristiwa pertama terjadi Di kereta Argo Bromo Aggrek menubrul KRL dan menewaskan tujuh orang Di Bekasi, Jawa Barat, Di 27 April 2026. KRL itu berhenti Sebagai menunggu evakuasi taksi yang tertemper KRL lain Di Stasiun bekasi Timur.
Kejadian kedua melibatkan kereta api dan Kendaraan Pribadi Di 1 Mei 2026 sampai menewaskan empat orang Di Daerah Grobogan, Jawa Ditengah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli Produsen Kendaraan Di Institut Ilmu Pengetahuan Bandung, Agus Purwadi, mengemukakan bahwa Walaupun kecil, ada kemungkinan gangguan medan elektromagnetik Di jalur kereta listrik mempengaruhi sistem elektronik kendaraan, termasuk Electronic Control Unit (ECU) Di Kendaraan Pribadi Di mesin pembakaran internal.
“Kalau potensi pengaruh gangguan medan magnetik yang ada jalur KA listrik bisa (terjadi) Di Kendaraan Pribadi EV ataupun Di ECU Di Kendaraan Pribadi BBM,” kata Agus dikutip Di Ditengah, Selasa (5/5/2026).
Dia mengatakan bahwa pengaruh kepanikan pengemudi Di berkendara melintasi jalur kereta juga tidak dapat diabaikan.
Pakar Produsen Kendaraan ITB lainnya, Yannes Martinus Pasaribu, mengemukakan bahwa desain infrastruktur perlintasan kereta yang masih bermasalah Di banyak Daerah dapat Meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Dia menyampaikan bahwa area perlintasan yang tidak rata dan Memiliki elevasi rel tinggi memaksa kendaraan Sebagai segera menurunkan Kecepatanakses.
“Kemakmuran ini Meningkatkan risiko kendaraan mogok Di Ditengah rel, yang bisa saja terjadi Lantaran kehilangan momentum, penurunan RPM mesin secara tiba-tiba, serta potensi gangguan Di sistem elektronik kendaraan,” kata Yannes.
Dia mengatakan bahwa Untuk Kemakmuran yang demikian Kendaraan Pribadi Di mesin pembakaran internal sangat bergantung Di kestabilan putaran mesin per menit (Revolutions Per Minute/RPM).
Ketika kendaraan melambat ekstrem atau terguncang, RPM bisa turun drastis dan mesin bisa mati, terutama jika pengemudi tidak sigap menjaga Penampilan mesin.
Selain faktor teknis, Yannes mengatakan, Kegagalan manusia masih menjadi penyebab dominan Untuk banyak Tindak Kejahatan kecelakaan Di perlintasan kereta api sebidang.
“Seperti kurang waspada Di melewati perlintasan kereta api tersebut, dan tidak Mengetahui sudah ada kereta yang mendekat, lalu Di Sebab Itu salah memilih gigi akibat panik Di melintas tanpa memperhatikan sering menjadi pemicu utama,” dia menjelaskan.
Yannes mengemukakan pentingnya perbaikan infrastruktur perlintasan kereta api sebidang serta peningkatan kesadaran pengendara Sebagai mematuhi peraturan Di Lewat perlintasan api sebidang guna menekan risiko kecelakaan.
(fem/fem)
Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pakar soal Kecelakaan Kereta Beruntun











