loading…
AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi. FOTO/DAILY
Lewat Langkah yang dikenal sebagai Rads to Watts, inisiatif ini bertujuan Sebagai mengubah radiasi nuklir langsung menjadi energi listrik Di skala yang lebih besar Lewat Ilmu Pengetahuan radiovoltaik, khususnya Sebagai penggunaan militer Hingga medan operasi, lokasi terpencil, dan misi luar angkasa.
DARPA mengatakan kebutuhan tersebut muncul Lantaran keterbatasan sistem baterai konvensional yang memerlukan pengisian daya berulang kali Di situasi operasi lapangan yang tidak Memperoleh akses Hingga sumber daya listrik.
Langkah ini bertujuan Sebagai Membuat baterai nuklir Di kepadatan daya lebih Di 10 watt per kilogram (W/kg), yang hampir empat kali lipat Di sistem pembangkit daya radioisotop yang digunakan Ke rover Perseverance dan Curiosity Hingga Mars, yang menghasilkan Disekitar 2,6 W/kg.
Sebagai mencapai tujuan ini, perusahaan Ilmu Pengetahuan energi yang berbasis Hingga AS, Avalanche Energy, telah Merasakan Perjanjian senilai US$5,2 juta (Disekitar RM20,96 juta) Sebagai Membuat baterai solid-state yang mampu mengubah partikel alfa menjadi energi listrik, yang dikenal sebagai Ilmu Pengetahuan alfavoltaik.
Walaupun partikel alfa diklasifikasikan sebagai lebih berbahaya Untuk manusia jika terpapar langsung, para ahli menjelaskan bahwa partikel alfa lebih mudah diblokir menggunakan perisai fisik daripada bentuk radiasi lainnya, Agar lebih cocok Sebagai Langkah tertutup dan kompak.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: AS Kembangkan Baterai Nuklir Berdaya Tinggi Sebagai Defender Militer











