Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat Membahas Aturan khusus meliburkan pengemudi transportasi tradisional seperti tukang ojek, sopir angkutan kota (angkot), kusir andong, hingga tukang becak yang beroperasi Ke jalur lintasan mudik. Mereka dipastikan tak beroperasi Di satu pekan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan Aturan ini sebagai Pada Di upaya memberi kesempatan Untuk para pekerja transportasi informal menikmati momen Lebaran bersama keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat Membahas Aturan Sebagai meliburkan tukang ojek, sopir angkot, andong, dan becak yang berada Ke jalur lintasan mudik. Liburnya Di satu minggu Supaya Ke Di mudik mereka bisa tinggal Ke Rumah bersama keluarganya,” ujar Dedi Di video yang diunggah Ke akun tiktoknya, melansir Bapenda Jabar, Senin (9/3).
Tidak hanya diliburkan, para pekerja tersebut juga Berencana Menyambut uang pengganti Di satu pekan meski tidak bekerja Di periode tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain jalur mudik utama, Pemprov Jawa Barat juga menerapkan Aturan berbeda Sebagai kawasan wisata yang diperkirakan Merasakan lonjakan pengunjung Sesudah Lebaran.
Sebagai jalur wisata seperti Bandung-Lembang serta kawasan Puncak, para pengemudi transportasi tradisional Berencana diliburkan Di satu minggu Sesudah Lebaran. Aturan ini diambil Lantaran kawasan itu umumnya Merasakan peningkatan Kegiatan wisata pasca-Lebaran yang Berpeluang menimbulkan kepadatan lalu lintas.
Di kesempatan yang sama, Dedi juga menyampaikan pesan kepada Komunitas yang sudah Memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) agar tidak langsung menghabiskan uangnya.
Ia juga mengingatkan Komunitas yang belum Memperoleh THR Sebagai bersabar, Sambil Untuk yang tidak mendapatkannya diminta tetap bersikap bijak Di menyikapi Situasi tersebut.
“Yang sudah Memperoleh THR semoga makin ceria, tapi jangan langsung dihabiskan Lantaran Lebaran masih panjang. Yang belum Memperoleh sabar dulu, nanti juga pasti Memperoleh,” ujarnya.
Dedi turut mengajak Komunitas Sebagai tetap semangat menjalani Kegiatan, baik yang menjalankan ibadah puasa maupun yang tidak. Menurutnya, momen Lebaran merupakan waktu kebersamaan yang bisa dirasakan semua Komunitas.
“Bagaimanapun yang puasa dan yang tidak puasa, Lebaran sama-sama Berencana merayakannya,” kata Dedi.
(ryh/fea)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Ojek Hingga Angkot Ke Jawa Barat Dapat Libur Lebaran 1 Pekan











