Perayaan Imlek tak hanya penuh Konsumsi enak saja, tapi diselimuti banyak mitos dan kepercayaan yang berkaitan Bersama Konsumsi sampai dewa. Ini daftarnya!
Menjelang perayaan Tahun Mutakhir Imlek, beragam mitos dan kepercayaan kembali menjadi perbincangan, terutama yang berkaitan Bersama Konsumsi.
Tidak sekadar menjadi pelengkap Perabot makan, sejumlah hidangan dan Kearifan Lokal Minuman dipercaya Memperoleh makna simbolis yang diwariskan turun-temurun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perayaan tahun Mutakhir Imlek sendiri dirayakan secara meriah Ke berbagai Bangsa Bersama latar Kekayaan Budaya Dunia yang beragam. Meski terdapat perbedaan Untuk tata cara dan Kearifan Lokal, sejumlah kepercayaan tentang Konsumsi Memperoleh kemiripan.
Ada kisah tentang penggunaan warna merah Di makan malam keluarga yang dikaitkan Bersama legenda makhluk buas, hingga Kearifan Lokal menyajikan Konsumsi manis yang berhubungan Bersama figur dewa Untuk kepercayaan Tionghoa.
Dilansir Untuk Chinese New Year (16/02/2026), berikut lima mitos atau kepercayaan unik yang berkaitan Bersama Konsumsi Di perayaan Imlek.
1. Baju Merah Bagi Usir Monster
|
Baju Merah Bagi Usir Monster. Foto: Getty Images/hxyume
|
Kearifan Lokal mengenakan Busana merah Di makan malam Imlek ternyata bukan sekadar pilihan busana, melainkan berkaitan legenda monster Nian. Untuk kisah yang berkembang Ke kebudayaan Tionghoa, Nian adalah makhluk buas yang muncul setahun sekali Bagi memangsa manusia dan hewan.
Konon, monster tersebut takut Ke warna merah dan suara ledakan. Seorang pengemis disebut berhasil mengusir Nian Bersama hiasan merah dan kembang api.
Untuk Di Itu, warna merah identik Bersama perayaan Tahun Mutakhir Imlek, termasuk Di Kegiatan makan-makan bersama keluarga. Banyak orang percaya penggunaan warna merah dapat mengusir energi buruk sekaligus membawa perlindungan dan keberuntungan Ke awal tahun.
2. Makna Ke Balik Minuman Khas Imlek
Tusu dikenal sebagai minuman tradisional khas Imlek. Minuman beralkohol ini diracik Untuk berbagai bahan herbal, termasuk rhubarb, yang dikenal Dari ratusan tahun lalu. Ke balik popularitasnya, tersimpan mitos mengenai asal-usul tusu.
Dikisahkan sebuah desa Ke China pernah dilanda wabah mematikan. Seorang pria Setelahnya Itu membagikan ramuan herbal yang direndam Untuk air dan meminta warga meminumnya Di pergantian tahun.
Ramuan tersebut dipercaya mampu menyembuhkan Gangguan yang mewabah. Dari Di itu, minuman tersebut dikenal sebagai tusu, diambil Untuk nama Area tempat pria tersebut tinggal, dan diyakini membawa Kesejajaran Ke tahun Mutakhir.
3. Suguhan Manisan Di Imlek
Manisan. Foto: Ilustrasi iStock |
Kehadiran manisan Di Imlek juga Memperoleh cerita dan mitos tersendiri. Untuk kepercayaan Kekayaan Budaya Dunia Tionghoa, terdapat Dewa Zao Jun yang bertugas mengawasi perilaku keluarga sepanjang tahun.
Menjelang Imlek, ia dipercaya kembali Hingga surga Bagi melaporkan catatan tersebut kepada Kaisar Jade. Agar laporan yang disampaikan bernada baik, orang-orang sengaja meletakkan permen dan manisan Ke Didepan Tempattinggal sebagai bentuk sogokan.
Ada pula mitos yang menyebut manisan sengaja diberikan agar mulut Zao Jun lengket dan tidak dapat melaporkan hal buruk. Kearifan Lokal ini membuat sajian manis menjadi Dibagian penting Untuk rangkaian perayaan makan-makan Di Imlek.
4. Pangsit Pembawa Keberuntungan
5 Mitos Konsumsi Di Imlek, Ada yang Hindari Bubur hingga Sogok Dewa Foto: Ilustrasi iStock |
Jiaozi atau pangsit (dumpling) menjadi hidangan wajib Di Imlek Lantaran dipercaya membawa keberuntungan. Bentuknya yang menyerupai koin emas melambangkan kemakmuran. Tetapi, ada pula mitos lain yang melatarbelakanginya.
Untuk legenda kepercayaan China kuno, Dewi Nuwa menciptakan manusia Untuk tanah liat. Ia Mengetahui telinga manusia mudah rusak akibat udara dingin Agar menjahitnya agar tetap utuh.
Bentuk jiaozi yang menyerupai kuping disebut terinspirasi Untuk kisah tersebut. Adonan tipis yang diisi daging dan sayuran itu Setelahnya Itu menjadi simbol perlindungan sekaligus harapan Berencana Kesejajaran dan rezeki yang melimpah Ke tahun Mutakhir.
5. Larangan Santap Konsumsi Ini Di Imlek
Bubur. Foto: iStock |
Ke sisi lain, terdapat Konsumsi yang justru dihindari Di Imlek, salah satunya bubur. Secara tradisional, bubur Dikatakan sebagai Konsumsi sederhana yang identik Bersama Kebugaran ekonomi sulit.
Lantaran itu, menyajikan bubur Ke awal tahun dipercaya dapat membawa kesialan atau pertanda kurang baik Bagi rezeki keluarga. Meski Di ini bubur sudah berkembang menjadi hidangan populer Bersama berbagai variasi, sebagian orang tetap menghindari konsumsi atau penyajiannya Untuk perayaan Imlek.
Kepercayaan tersebut mencerminkan harapan agar tahun yang Mutakhir diawali Bersama kemakmuran, bukan kesederhanaan yang diasosiasikan Bersama kekurangan.
Halaman 2 Untuk 2
Simak Video “Video: Kesibukan Dapur Kue Keranjang Ke Bandung Jelang Imlek“
(sob/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 5 Mitos Konsumsi Di Imlek, Ada yang Hindari Bubur hingga Sogok Dewa














