Manggarai Barat –
Penutupan Taman Nasional (TN) Komodo buat wisata gara-gara cuaca buruk membuat warga yang mengandalkan sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri merana. Kemenhut pun diminta Sebagai membantu.
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Hasanudin, meminta Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Sebagai memerhatikan nasib warga Pulau Komodo Hingga kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang kondisinya kini merana.
Warga yang sebagian besar bekerja Hingga sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri kini terdampak penutupan Sambil Itu Taman Nasional Komodo akibat cuaca buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Pulau Komodo kehilangan pendapatan, Lantaran tak ada wisatawan yang berkunjung Pada hampir sebulan terakhir. Kepuasan ini terus berlanjut Lantaran pelayaran kapal wisata Hingga Labuan Bajo diperpanjang lagi hingga 27 Januari 2026 atau sampai cuaca membaik.
“Penutupan destinasi wisata Pada satu bulan terakhir menyebabkan ekonomi Kelompok terhenti total. Tidak ada lagi sumber pendapatan yang bisa diandalkan, Sambil Itu kebutuhan hidup tetap berjalan,” kata Hasan, Selasa (20/1/2026).
“Dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan Bersama Aturan ini sangat berat. Pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan Lewat Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) tidak boleh menutup mata Di Kepuasan Kelompok yang ada Hingga Daerah pesisir kepulauan,” imbuhnya.
Hasan mengaku prihatin Di Kepuasan perekonomian Kelompok Pulau Komodo dan sekitarnya yang terdampak penutupan Sambil Itu Karya Perjalanan Hingga Luarnegeri Hingga Daerah tersebut.
Sebelumnya bekerja Hingga sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri, dia berujar, sebagian besar warga Pulau Komodo dan sekitarnya berprofesi sebagai nelayan.
Warga Pulau Komodo mulai berkecimpung sebagai pelaku wisata Dari pesatnya perkembangan sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri Hingga sana. Terlebih kunjungan turis Hingga Pulau Padar dan Pulau Komodo perlahan Menimbulkan Kekhawatiran.
“Kini, Bersama berhentinya Karya Perjalanan Hingga Luarnegeri, Kelompok kehilangan sumber penghasilan utama Lantaran sebagian besar sudah menjual perahu dan meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan,” ujar Hasan.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Perindo Manggarai Barat itu menyoroti ketimpangan Antara besarnya pendapatan Negeri Bersama Taman Nasional Komodo Bersama minimnya perhatian Di Kelompok terdampak.
Padahal, realisasi Penerimaan Negeri Bukan Retribusi Negara (PNBP) Bersama tiket masuk Taman Nasional Komodo sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 100 miliar lebih, Bersama total kunjungan wisatawan 400 ribu lebih orang.
“Angka tersebut Menunjukkan betapa besar kontribusi kawasan ini Di pendapatan Negeri, Agar sudah seharusnya ada bentuk tanggung jawab moral dan sosial Bersama pemerintah pusat Di Kelompok lokal,” tegas Hasan.
“Bersama pendapatan sebesar itu, seharusnya ada Aturan kompensasi atau Inisiatif Pemberian yang diberikan kepada warga Pulau Komodo dan warga pulau yang ada Hingga sekitarnya. Tidak adil jika Kelompok yang Pada ini menopang Perjalanan Hingga Luarnegeri justru dibiarkan kesulitan Pada sektor ini ditutup,” lanjut dia.
Hasan pun mendesak BTNK dan Kemenhut segera merumuskan langkah-langkah nyata. Baik berupa Pemberian langsung, pemberdayaan ekonomi, maupun alternatif pekerjaan Sambil Itu Untuk Kelompok terdampak Hingga kawasan Taman Nasional Komodo.
“Kami Akansegera memastikan bahwa suara Kelompok Pulau Komodo dan sekitarnya tidak diabaikan. Mereka adalah Pada penting Bersama wajah Perjalanan Hingga Luarnegeri Manggarai Barat, dan tanggung jawab kita bersama Sebagai memastikan mereka tetap bisa bertahan Di situasi sulit seperti sekarang,” tandas Hasan.
Sebelumnya, penutupan pelayaran kapal wisata Hingga TN Komodo akibat cuaca buruk berdampak kepada warga setempat. Warga Pulau Komodo yang sebagian besar bekerja Hingga sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri kehilangan pendapatan Lantaran tak ada wisatawan yang berkunjung.
Seperti Balik Hingga Zaman Wabah Dunia COVID-19
Mereka pun teringat Bersama situasi Pada Wabah Dunia COVID-19. “Kayak Corona lagi. Seperti itu dirasakan rasakan Bersama warga yang Melakukanupaya Hingga Perjalanan Hingga Luarnegeri,” kata warga Pulau Komodo, Abdul Salam, Minggu (18/1/2026).
Sekretaris Desa Komodo, Ismail, mengatakan penutupan pelayaran kapal wisata berdampak Di perekonomian warga setempat. Pada ini, kata Ismail, banyak Hingga Antara mereka memilih melaut agar ada pemasukan.
“Banyak Kelompok Komodo yang sudah alih profesi Hingga nelayan Sebagai mencari ikan Untuk menghidupi keluarga. Mereka Akansegera melakukan Karya Hingga laut sampai kunjungan wisatawan kembali normal,” jelas Ismail.
——–
Artikel ini telah naik Hingga detikBali.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: TN Komodo Ditutup buat Wisata-Warga Merana, Kemenhut Diminta buat Bantu











