Protes kembali digelar Hingga Jakarta hari ini, Jumat (29/8/2025), sebagai respons atas insiden tewasnya pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan Setelahnya dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Ke Kamis (28/8/2025) malam. Peristiwa ini memicu gelombang Ketidak Setujuan Hingga berbagai titik ibu kota.
Sisa gas air mata semalam juga masih terasa Hingga Di lokasi. Gas air mata semula ditembakkan Untuk memukul mundur massa. Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Ahli Kepuasan Paru Indonesia (PDPI) Prof Tjandra Latihan Yoga Aditama ikut menyoroti risikonya Di tidak sengaja terhirup Hingga paru-paru.
Pasalnya, ada berapa bahan kimia yang digunakan Ke gas air mata, termasuk chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR). Secara Keseluruhan berdampak besar Ke kulit, mata, dan paru serta saluran napas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komunitas diimbau waspada bila Mengkritik sejumlah Tanda termasuk dada berat, batuk, hingga tenggorokan seperti tercekik. Keluhan ini juga bisa diliputi Didalam bising, mengi, juga sesak napas.
Sebagai catatan, Hingga Kepuasan tertentu paparan gas air mata Malahan bisa menyebabkan gawat napas atau respiratory distress.
“Masih tentang dampak Hingga paru, mereka yang sudah punya Gangguan asma atau Gangguan Paru Obstruktif Kronik (PPOK) maka kalau terkena gas air mata maka dapat terjadi serangan sesak napas akut yang bukan tidak Mungkin Saja berujung Hingga gagal napas,” wanti-wanti Prof Tjandra yang juga sempat menjabat sebagai Direktur Jenderal WHO Asia Tenggara.
Tidak Cuma Itu, selain dampak Hingga saluran napas, Tanda lain yang Mungkin Saja timbul adalah rasa terbakar Hingga mata, mulut dan hidung. Pandangan juga bisa mendadak kabur dan kesulitan menelan. Belum lagi, potensi luka bakar kimiawi dan reaksi alergi.
“Walaupun dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, ternyata Ke keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan. Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, Untuk dosis tinggi dan apalagi kalau Hingga ruangan tertutup,” sebutnya Di dihubungi detikcom Jumat (29/8/2025).
Perlu diingat, tidak ada cara Mengurangi efek gas air mata yang lebih efektif selain Didalam menghindari paparannya. Jika berada Hingga Untuk ruangan, sebisa Mungkin Saja segera keluar Untuk Merasakan udara.
Apabila berada Hingga luar ruangan, segera menjauh Untuk titik pelepasan gas air mata. Carilah lokasi juga yang lebih tinggi Sebab uap atau asap gas air mata dapat menyebar.
Halaman 2 Untuk 2
(naf/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pakar Ingatkan Efek Gas Air Mata Hingga Paru-paru Bisa Seserius Ini