Viral broadcast message Yang Berhubungan Bersama laporan perundungan Di Inisiatif Belajar Ahli Kebugaran spesialis (PPDS). Informasi tersebut disebut berasal Bersama Aliansi Komunitas Peduli Keadilan Sipil (AMPKS) Sumatera Selatan.
Perundungan atau bullying dilaporkan terjadi Di Universitas Sriwijaya yang berdampak Ke salah satu mahasiswa junior PPDS Universitas Sriwijaya. Korban disebut sempat melakukan percobaan bunuh diri dan akhirnya ‘resign’ Bersama PPDS.
Bentuk perundungan yang diduga dilakukan senior disebut beragam Bersama rincian broadcast message sebagai berikut:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para oknum senior PPDS tsb meminta junior Sebagai membiayai keperluan pribadi, Cara Hidup mewah senior, Di antaranya:
– uang semesteran senior
– clubbing dan party senior
– alat Latihan, sewa padel, sepeda, club sepakbola senior
– membeli skincare
– menanggung makan minum senior
– tiket Pentas Musik, tiket pesawat
– biaya sewa Tempattinggal dan kosan senior
– biaya perpisahan senior
– biaya Eksperimen ilmiah dan seminar senior
– antar jemput anak senior
– membelikan alkes senior
– Barang Dagangan mewah lainnya
Modus kejahatan ini dilakukan Bersama meminta uang tunai / cash kepada junior Bersama cara yang rapi dan sembunyi-sembunyi.
Kemenkes Angkat Bicara
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Keadaan RI, Aji Muhawarman, menyebut sudah Memperoleh laporan Yang Berhubungan Bersama.
Ia menekankan Perkara Pidana Hukum tersebut Di ini Lagi ditindaklanjuti Melewati koordinasi lintas unit Di lingkungan Kemenkes.
“Kasusnya sudah masuk laporannya Di Kemenkes. Kami Lagi koordinasi Di internal Di pihak RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang, Direktorat Jenderal SDM Keadaan, dan Inspektorat Jenderal,” kata Aji Di dikonfirmasi, Senin (5/1/2026).
Aji menjelaskan, dugaan perundungan yang kembali viral Melewati pesan berantai tersebut bukan Perkara Pidana Hukum Mutakhir. Menurutnya, peristiwa itu Sebelumnya sudah ditangani Dari pihak Puskesmas Belajar Yang Berhubungan Bersama.
“Sebenarnya ini Perkara Pidana Hukum lama yang sudah diproses Dari pihak Puskesmas dan ada orang-orang yang sudah Merasakan hukuman disiplin,” ujarnya.
Meski begitu, Kemenkes tetap menyoroti serius perkembangan laporan Yang Berhubungan Bersama, terlebih menyangkut keselamatan dan Keadaan mental peserta didik PPDS.
Aji menyebut, broadcast message yang beredar juga telah diteruskan Di berbagai pihak, termasuk Kementerian Keadaan dan Ketua Inisiatif Studi Universitas Sriwijaya, Sebagai memastikan klarifikasi serta evaluasi lanjutan dilakukan secara menyeluruh.
Kemenkes, lanjut Aji, menjaga lingkungan Belajar Ahli Kebugaran spesialis yang aman, profesional, dan bebas Bersama praktik perundungan maupun penyalahgunaan relasi kuasa.
“Setiap laporan Yang Berhubungan Bersama perundungan Di lingkungan Belajar tenaga Keadaan Akansegera kami tindaklanjuti sesuai kewenangan dan aturan yang berlaku,” tegasnya.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Alasan Seseorang Dari Sebab Itu Pelaku Bullying Bersama Kacamata Psikolog“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Viral Lagi Bullying Di PPDS, Junior Disebut ‘Dipalak’ Biaya Sewa Padel-Tiket Pentas Musik











