loading…
Analis sosial politik Didalam Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun. Foto/Dok SindoNews
Menurut Ubed, Di teori politik, oposisi ada dua, yakni oposisi Hingga Legislatif dan oposisi nonparlemen. Oposisi Legislatif ada Hingga sistem pemerintahan parlementer. Sambil Itu, oposisi nonparlemen memungkinkan terjadi Hingga sistem pemerintahan presidensial.
“Nah, ketika disfungsi lembaga itu terjadi, kekuatan oposisi yang berada Hingga luar Legislatif menjadi sangat penting Untuk membuat Sistem Pemerintahan kita Merasakan Kesejaganan,” ujar Ubed Di podcast atau siniar To The Point Aja yang tayang Hingga YouTube SindoNews, dikutip Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Siti Zuhro Sebut Prabowo Pemimpin yang Rasional
Ubed menambahkan, Lantaran Dewan Perwakilan Rakyat Pada ini tidak menjalankan fungsi cheks and balances, kekuatan oposisi Hingga luar Legislatif menjadi sangat penting. “Itu yang membuat kaum akademisi, kelompok civil society, pegiat Sistem Pemerintahan, para aktivis, membentuk entitas Mutakhir yang kita sebut sebagai Barisan Oposisi Indonesia, BOI. Dan itu betul-betul entitas epistemik, Lantaran para pemikir, para cendekiawan, para profesor itu berkumpul Hingga barisan oposisi ini,” kata Ubed.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Ubedilah Badrun dkk Dirikan Barisan Oposisi Indonesia, Ini Tujuannya











