loading…
Penting Bagi orang tua Bagi peka Pada emosi anak. Foto: American Psychological Association
Peristiwa ini tentunya menjadi perbincangan terutama soal Kesejaganan mental anak. Berbagai dugaan penyebab pun muncul, salah satunya adalah emosi anak yang tidak terdeteksi atau tidak selalu terlihat.
Psikolog Tegar Tata Utama, S.Psi menjelaskan bahwa anak tidak Memperoleh kemampuan mengekspresikan emosi seperti orang dewasa. Mereka jarang mengucapkan kalimat seperti “saya Beban” atau “saya depresi”.
Baca Juga : Siswa SD Bunuh Diri Di NTT, Ketua Federasi III Dewan Perwakilan Daerah RI: Evaluasi Aturan Belajar Di Daerah
Sebagai Gantinya, tekanan emosi biasanya langsung muncul Untuk bentuk perubahan perilaku, emosi, hingga Situasi fisik. Misalnya perubahan perilaku seperti Menarik Perhatian diri, menjadi pendiam, malu berlebihan, dan lainnya.
“Di anak, tekanan itu lebih sering terlihat Untuk perubahan. Bisa perilaku, emosi, atau fisik,” jelas Tegar.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Tragedi Siswa SD Di NTT Bunuh Diri, Psikolog Ingatkan Pentingnya Peka Di Emosi Anak











