Jakarta –
Air minum Di kemasan masih banyak diandalkan. Tetapi Studi terbaru justru Menginformasikan risiko berbahaya yang dapat terjadi Di konsumsi AMDK.
Konsumsi air mineral kemasan masih banyak diandalkan sebab dipercaya lebih higienis. Begitu pula Didalam kemudahannya yang bisa dibeli Di minimarket mana pun.
Agar banyak air minum, terutama kemasan botolan, diandalkan Sebagai memenuhi kebutuhan asupan air setiap hari. Tetapi, temuan-temuan ilmiah terbaru Menunjukkan bahwa air botolan bukanlah sekadar cairan bening yang tak berbahaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Di Ladbible, (5/1/2026), sejumlah mikroplastik dan nanoplastik telah terdeteksi Hingga dalamnya, memicu peringatan Di para peneliti tentang potensi risiko Keadaan jangka panjang Untuk konsumen.
Baca juga: Antimainstream! 5 Kafe Nyaman Ini Ada Hingga Di Kantor Pemerintahan
|
Konsumsi air mineral Di kemasan dikhawatirkan dapat meninggikan risiko masuknya mikroplastik. Foto: Getty Images/deepart386
|
Di Studi terbaru, ditemukan bahwa satu liter air botolan rata-rata mengandung Disekitar ratus ribu partikel plastik. Jumlahnya disebut jauh lebih tinggi daripada yang diperkirakan Sebelumnya Itu.
Sebagian besar partikel tersebut adalah nanoplastik, yang sangat kecil dan sulit disaring Didalam sistem pencernaan manusia. Mikroplastik dapat masuk Hingga Di air minum kemasan Melewati beberapa mekanisme.
Mulai Di Di abrasi botol plastik itu sendiri Di diproduksi, diangkut, disimpan Hingga suhu panas, hingga Di dibuka dan ditutup berulang kali. Ke suhu tinggi, seperti Di botol disimpan Hingga Di Kendaraan Pribadi, pelepasan partikel plastik Hingga Di air juga Menimbulkan Kekhawatiran.
Hingga Di Ini, bukti ilmiah masih berkembang, tetapi sejumlah studi Menunjukkan bahwa paparan mikroplastik dapat berdampak Ke Keadaan. Seperti menyebabkan peradangan, Tekanan oksidatif, gangguan hormonal, dan Malahan telah dikaitkan Didalam risiko Gangguan kronis seperti kanker dan gangguan sistem saraf Di studi hewan.
Peneliti menyarankan Sebagai menggunakan botol minum yang berbahan stainless steel atau kaca. Foto: Getty Images/whitebalance.space |
World Health Organization (WHO) Mengungkapkan bahwa risiko Keadaan Di mikroplastik Di air minum Di ini diperkirakan rendah. Tetapi tetap ditegaskan bahwa studi Lebih Jelas diperlukan Sebagai memahami efek jangka panjangnya.
Sebagai perbandingan, beberapa Studi juga mencoba membandingkan air kemasan Didalam air keran. Hasilnya Menunjukkan air botolan mengandung lebih banyak partikel plastik dibandingkan Didalam air keran yang disaring.
Tetapi risiko paparan mikroplastik ini bisa dicegah Didalam berbagai cara. Salah satu langkah sederhananya ialah terbiasa membawa botol minum sendiri Didalam bahan stainless steel atau botol kaca.
Hingga Samping Itu jika masih mengonsumsi air minum kemasan, sebaiknya memerhatikan tempat penyimpanannya. Jangan sampai botol air kemasan terpapar suhu panas yang dapat Meningkatkan risiko paparan mikroplastiknya.
(dfl/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Sering Minum Air Kemasan? Waspada Paparan Mikroplastik!












