loading…
Layar Lebar Ide Besar Untuk Mati Di Damai Di dipersiapkan sebagai salah satu Layar Lebar drama Indonesia yang menaruh perhatian serius Di persoalan keluarga, ingatan sejarah, dan identitas. Foto/Istimewa.
Diproduksi Dari Tempattinggal produksi Matta Cinema Production bersama Ruang Basbeth Bercerita, Layar Lebar ini mengadaptasi novel Di judul yang sama karya Wisnu Suryaning Adji, yang Sebelumnya dikenal cukup luas Di kalangan pembaca sastra dan pengamat Kearifan Lokal Global.
Proses syuting dimulai Di Yogyakarta Di akhir 2025 Di bawah arahan sutradara ismailBASBETH. Layar Lebar ini diproduseri Dari Nugroho Dewanto, Imran Hasibuan, dan Lyza Anggraheni, yang Untuk beberapa pernyataan menyebut proyek ini sebagai upaya Menampilkan cerita keluarga Indonesia Untuk sudut pandang yang jarang muncul Di layar lebar—khususnya Penghayatan keluarga Tionghoa-Indonesia Untuk Berjuang Di sejarah panjang diskriminasi, trauma, dan relasi antargenerasi.
Baca juga: Bintangi Layar Lebar Buto Ijo, Celine Evangelista Minta Penonton Tak Percaya Orang Terdekat
Cerita berpusat Di tokoh Encek, seorang kepala keluarga yang Berjuang Di fase akhir hidupnya Di mencoba mendefinisikan ulang hubungan dirinya Di orang-orang terdekat.
Lewat peristiwa-peristiwa domestik yang tampak sederhana, Layar Lebar ini mengurai lapisan ingatan kolektif yang kerap disimpan Pertemuan Untuk ruang keluarga. Sejarah tidak hadir sebagai latar besar yang bombastis, melainkan sebagai sesuatu yang hidup Untuk percakapan, gestur, dan jarak emosional antaranggota keluarga.
Untuk sisi pemeran, Layar Lebar ini Menampilkan Ferry Salim sebagai tokoh sentral, didampingi Dari Melissa Karim, Verdi Solaiman, Nicholas Anderson, dan Jessy Davita.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Rocky Gerung Debut Akting Di Layar Lebar Ide Besar Untuk Mati Di Damai











