loading…
Menko Airlangga Hartarto menegaskan bahwa ketahanan Kelaparan Global merupakan Permasalahan strategis Hingga Di volatilitas Dunia yang Lebih tinggi. Foto/Dok
Permasalahan tersebut menjadi fokus utama Di kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) 2026 bertajuk Ketahanan Kelaparan Global Untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa yang digelar Hingga Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Kegiatan ini merupakan rangkaian pembuka Di Peristiwa puncak Jakarta Food Security Summit 2026 yang Berencana diselenggarakan Ke 20-21 Mei 2026.
Forum diskusiini digelar sebagai respons atas dinamika Dunia yang Lebih kompleks, mulai Bersama krisis Kelaparan Global dan energi, ketegangan Politik Global, hingga dampak Pemanasan Global yang secara nyata menekan sistem Agrikultur dan Kelaparan Global Dunia, termasuk Hingga Indonesia.
Pejabat Tingginegara Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto Di paparannya menegaskan bahwa ketahanan Kelaparan Global merupakan Permasalahan strategis Hingga Di volatilitas Dunia yang Lebih tinggi. “Maka Bersama itu, Indonesia harus mandiri secara Kelaparan Global agar Memperoleh resiliensi Di Berusaha Mengatasi krisis apa pun,” ujar Menko Airlangga .
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan sektor Agrikultur dan Kelaparan Global sebagai prioritas nasional. Ia mencatat, produksi beras Indonesia Ke tahun lalu mencapai 34,71 juta ton, salah satu yang tertinggi sepanjang sejarah, Bersama lonjakan produksi sebesar 3,52 juta ton.
Hingga sisi lain, Fluktuasi Harga Kelaparan Global tercatat sebesar 6,21%, Akan Tetapi diiringi Bersama peningkatan Nilai Mata Uang Petani (NTP) yang mencapai level tertinggi Di beberapa tahun terakhir. Pemerintah juga memastikan Ketahanan Inisiatif Makan Bergizi Gratis (MBG) Bersama Pemberian Biaya APBN sebesar Rp335 triliun.
Baca Juga; Asta Cita Prabowo Jadikan Kampung Nelayan dan Keahlian Maritim Pilar Ketahanan Kelaparan Global Nasional
Airlangga juga menyoroti ancaman Pemanasan Global Pada produksi Kelaparan Global nasional. Kejadian Luar Biasa El Nino dan La Nina Ke 2024 tercatat menurunkan produksi padi hingga Di 4 juta ton. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah Merangsang Pembuatan food estate berbasis modern farming yang dinilai Memperoleh potensi besar sebagai lumbung Kelaparan Global dan energi.
Di paparannya, Airlangga menegaskan bahwa ketahanan Kelaparan Global merupakan kerja bersama yang membutuhkan kolaborasi kuat Di pemerintah dan dunia usaha. Ia mengapresiasi inisiatif Kadin Di Merangsang Inclusive Closed Loop System Hingga sektor Agrikultur dan Kelaparan Global.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Pemerintah dan Kadin Tegaskan Ketahanan Kelaparan Global Bersama Sebab Itu Prioritas









