Wisata  

Pantai Karang Hawu Disorot, Dikaitkan Video Promosi Jasa Santet dan Pelet



Sukabumi

Keindahan Pantai Karang Hawu terseret Di Perdebatan Setelahnya sebuah video promosi jasa santet dan pelet viral Ke media sosial. Lokasi Di video diduga berada Ke salah satu sudut kawasan wisata andalan Sukabumi itu.

Di rekaman video berdurasi singkat yang mempromosikan jasa santet hingga pelet itu tampak latar Dibelakang deburan ombak dan tebing karang. Lokasi Di video tersebut diduga kuat berada Ke kawasan Pantai Karang Hawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Di video viral yang beredar Ke media sosial, tampak sesajen beralaskan nampan, kepulan asap kemenyan, kelapa muda, hingga mangkuk dupa berjejer Ke atas tebing batu karang yang menghadap langsung Hingga laut lepas.


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video tersebut ditempeli narasi daftar tarif jasa spiritual, mulai Di santet mati senilai Rp 3.000.000, santet sakit Rp 2.000.000, santet gila Rp 1.000.000, hingga pelet puter giling dan ikat sukma seharga Rp 400.000.

Keberadaan lokasi Di video itu dibenarkan Dari sejumlah warga setempat. Jaka, warga Cisolok, meyakini sudut pengambilan gambar memang berada Ke kawasan Karang Hawu.

“Di lokasi ada kemiripan, diambil Ke salah satu sudut Ke Karang Hawu. Lantaran arahnya Hingga laut, pas Perekamgambar mengarah Hingga kanan terlihat perbukitan Puncak Habibie,” kata Jaka dikutip Di detikJabar, Minggu (20/9/2026).

Pernyataan senada diungkapkan Nanan, salah seorang Sukarelawan sekaligus warga yang kerap beraktivitas Ke Di Karang Hawu. Menurutnya, tebing karang Di video berada Ke sisi Di jembatan arah Hingga kebun kelapa Ke Dibagian bawah perbukitan.

“Kalau dilihat posisinya itu Ke tebing bawah, sebelah kanan yang mengarah Hingga kebun kelapa, yang ada rongga atau gua karang. Dulu zaman dulu sempat dipakai jualan Minuman Kafein Ke atasnya, tapi sekarang sudah terkikis ombak. Sudah hampir 20 tahun lebih tidak ada Kegiatan warga naik Hingga situ Lantaran rawan tersapu ombak,” ujar Nanan.

Kendati visualnya identik, Nanan menduga kuat rekaman tersebut merupakan video lama atau milik orang lain yang diunggah ulang (repost) Dari akun tertentu Untuk mencari sensasi atau modus Kejahatan Finansial.

“Kayaknya itu video orang lain yang ditempeli tulisan (tarif santet). Ke sini warga atau orang spiritual tidak pernah ada yang jualan jasa santet begitu, nggak ada. Ke Karang Hawu mah orang datang paling hanya tawasulan, ziarah biasa,” kata dia.

Menyambut Baik kehebohan tersebut, Kepala Desa Cisolok, Hendi Sunardi, angkat bicara. Hendi secara tegas membantah adanya praktik komersialisasi jasa santet Ke kawasan wisata Karang Hawu.

“Jelas nggak setuju, mana ada kayak begitu. Kalaupun betul ada yang sengaja buka praktik seperti itu, nanti Berencana saya cari orangnya siapa. Itu sesat kalau sampai pasang tarif santet begitu,” kata Hendi Di dihubungi.

Hendi menambahkan, Ilmu Pengetahuan Di ini sangat memungkinkan seseorang menyunting visual pemandangan alam lalu membubuhinya Di teks yang menyesatkan.

Dia memastikan Karang Hawu Pada ini dikenal sebagai destinasi wisata alam sekaligus wisata religi atau tempat syariat dan tawasul, bukan wadah praktik ilmu hitam komersial.

“Ke sana mah murni wisata religi, syariat tawasul, bukan Untuk hal-hal yang begitu. Yang Terkait Di juru Kunci Ke sana pun Di pihak desa dulu sifatnya hanya Menyediakan surat tugas agar tertib dan tidak liar. Karena Itu kalau ada narasi santet berbayar seperti itu, warga lokal tidak pernah ada,” ujar Hendi.

(fem/fem)

Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pantai Karang Hawu Disorot, Dikaitkan Video Promosi Jasa Santet dan Pelet