Jakarta –
Genangan Air dahsyat yang Menyapu Daerah Di Nepal diduga berawal Untuk longsor yang menjadi Genangan Air besar Di kawasan Himalaya. Peristiwa geologi tersebut memicu rangkaian kejadian yang membawa es, bebatuan, dan air Untuk jumlah besar Di lembah.
Ahli Geofisika Untuk Lamont-Doherty Earth Observatory Di Columbia University, Goran Ekstrom, mengatakan longsor terjadi Di jalur pegunungan dan menyeret sebagian besar atau Pada Untuk gletser Di Himalaya.
Kekuatan longsor disebut sangat besar hingga menghasilkan energi yang setara Didalam gempa berkekuatan magnitudo 5,2. Getarannya Justru tercatat Dari seismograf Di berbagai belahan dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekstrom menyebut kejadian serupa pernah terjadi Di kawasan Himalaya. Tetapi, ia menilai peristiwa kali itu tergolong sebagai peristiwa geofisika yang sangat besar.
Menurutnya, material batu yang meluncur Untuk lereng menghasilkan energi dan panas. Situasi itu Sesudah Itu dapat mempercepat pencairan gletser dan menyebabkan air Untuk jumlah besar Masuk Di Pada bawah gunung.
Es, bebatuan, dan air Sesudah Itu menerjang lembah. Ekstrom Meramalkan tinggi Genangan Air mencapai 130-160 kaki atau Disekitar 40-49 meter. Air juga diperkirakan bergerak Didalam Kelajuan hingga 44 mil per jam atau Disekitar 71 km per jam.
Pemanasan Global disebut turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Ekstrom menyebut pemanasan Dunia mempercepat pencairan es dan gletser Di berbagai Daerah dunia. Meski peristiwa seperti ini tetap bisa terjadi tanpa Pemanasan Global, Situasi tersebut kemungkinan dapat memperkuat dampaknya.
“Secara Keseluruhan, longsor Di kawasan pegunungan seperti ini Lebih sering terjadi. Hal itu sudah diketahui dan berkaitan Didalam mencairnya gletser,” kata Ekstrom.
Genangan Air tersebut menewaskan sedikitnya 160 orang. Hingga Di ini, Dewan Perjalanan Di Luarnegeri Nepal mencatat Disekitar 348 warga Bangsa Asing dilaporkan masih Untuk pencarian.
Saksikan Live DetikSore:
(upd/fem)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pakar Sebut Pemanasan Global Karena Itu Biang Kerok Longsor dan Genangan Air Bandang Di Nepal











