Tindak Kejahatan pencabulan bermodus Perawatan alternatif terjadi Di Magetan, Jawa Timur. Dukun tersebut Justru mengaku sebagai ‘Allah Kedua’ Untuk memanipulasi pasangan suami istri.
Peristiwa bermula Di awal 2023, ketika suami korban, LS (43) mengidap stroke. Melewati rekomendasi tetangga, korban (istri) mengenal Dugaan Pelaku KS yang mengklaim sebagai ‘orang pintar’.
Untuk memuluskan Protes bejatnya, KS mengaku sebagai ‘Allah Kedua’ dan ‘Utusan Allah’ yang bisa menyembuhkan stroke Di suami korban. Akan Tetapi, Bersama beberapa persyaratan, seperti harus melakukan hubungan badan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan Dugaan Pelaku tersebut juga meminta foto bugil korban sebagai syarat penyembuhan, serta ada ancama hamil gaib jika ia tidak menurutinya.
“Kejadian (hubungan badan, red) infonya lebih Di lima kali dan dilakukan Sebelum awal tahun 2023,” kata Erik dikutip Di detikJatim, Kamis (2/3/2025).
Manipulasi Berujung Pencabulan
Berkaca Di Tindak Kejahatan tersebut, Dugaan Pelaku berhasil memanipulasi korban yang rentan Lantaran ingin sang suami segera sembuh Di stroke.
Di sebuah perbincangan Bersama detikcom, psikolog Klinis & Co-Founder Ohana Space Veronica Adesla, M.Psi mengatakan ada beberapa tahapan manipulasi yang dilakukan seseorang Untuk Merasakan apa yang ia mau.
“Satu, dia targeting dulu. Dia menargetkan siapa yang bisa dia manipulasi. Biasanya orang-orang ini adalah orang yang rentan, Supaya mudah Untuk dipersuasi, dimanipulasi Bersama kata-kata,” kata Veronica kepada detikcom beberapa waktu lalu Di menjelaskan tahapan manipulasi Secara Keseluruhan, tidak secara spesifik Yang Terkait Bersama Tindak Kejahatan Di Magetan.
Sesudah target sudah dapat, manipulator Berencana melakukan proses pendekatan Untuk memahami Situasi Kandidat korban.
“Sesudah didengerin dan Sesudah Itu kelihatan Melakukanlangkah-Langkah membantu Supaya orang ini (Kandidat korban) percaya kan. Kayaknya orangnya baik, dia bisa paham, dia bisa ngerti dan mau ngebantuin,” katanya.
Menurut Veronica, langkah Lanjutnya adalah manipulator biasanya Berencana menggali informasi-informasi pribadi yang nantinya Berencana dipakai Untuk memuluskan Ide terselubungnya.
“Sesudah itu biasanya mulai muncul tuh ancaman-ancaman (Di manipulator),” katanya.
Halaman 2 Di 2
(dpy/up)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Menyoal Manipulasi Emosi, Dikaitkan Dukun Cabul Ngaku Allah Di Jatim











