Depok –
Bersama perayaan Tahun Mutakhir Imlek yang Lebihterus Didekat, energi yang semarak mulai terasa Hingga Vihara Gayatri, Cilangkap, Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Persiapan Bagi upacara “Dewa Naik” Di berlangsung.
Vihara yang juga terkenal Bersama tujuh sumurnya itu dipenuhi Bersama kisah-kisah toleransi dan Memiliki esensi spiritual yang khas. Menurut penjaga Vihara Gayatri, Tusijan (53), yang merayakan hari Imlek ini telah memesan lilin secara jauh-jauh hari Sebelumnya Itu.
“Kalau Imlek ya biasa ya, kalau Imlek itu kalau Hingga sini sudah Kebiasaan ya tiap tahun sekali itu ngerayain Ke masang lilin itu. Karena Itu lilin yang gede-gede ini udah pesanan semua ini. Itu udah pesanan semua itu, lilin-lilin itu,” ujar Tusijan Hingga lokasi, Rabu (4/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tusijan, yang menjaga vihara tersebut Pada 30 tahun, mengatakan harga lilin yang ditawarkan pun bervariasi tergantung ukuran, mulai Bersama puluhan ribu Bagi ukuran kecil hingga jutaan Kurs Matauang Nasional.
“Bersama harga Rp 30 ribu sampai terbesar Rp 18 juta. Yang Rp 18 juta itu ukurannya 1.000 kati. Kalau yang 500 kati itu Disekitar Rp 9 jutaan,” kata dia.
|
Vihara Gayatri Hingga Depok (Hans Wilhem/detikcom)
|
Uniknya, jika lilin padam Lantaran angin kencang, penjaga Akansegera menyalakannya kembali tanpa memungut biaya tambahan, kecuali Bagi lilin kecil yang memang habis sekali bakar.
Momen tersibuk Hingga Vihara Gayatri biasanya terjadi sepekan Sebelumnya Imlek, tepatnya Pada ritual yang disebut “Dewa Naik”. Menurut kepercayaan setempat, Ke masa ini para dewa Di tidak berada Hingga tempat, Agar menjadi waktu yang tepat Bagi membersihkan altar dan rupang (patung dewa).
“Habis ‘Dewa Naik’, kita bersih-bersih semua. Kuningannya kita brasso-in biar mengkilap, patung-patung dimandikan semua Bagi persiapan Imlek,” kata Tusijan.
Tujuh Sumur Hingga Vihara Gayatri
Salah satu daya tarik utama Vihara Gayatri Bagi Kelompok umum adalah keberadaan Tujuh Sumur. Tempat ini terbuka Bagi siapa saja yang ingin berdoa atau melakukan ritual mandi, tanpa memandang latar Di agama.
“Vihara ini Bagi umum, bukan khusus agama Buddha saja. Muslim juga banyak sekali yang Ke mandi, mereka punya keyakinan sendiri,” kata Tusijan.
Tujuh Sumur Vihara Gayatri Hingga Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
Hubungan Bersama warga Disekitar yang mayoritas muslim pun terjalin sangat harmonis Pada puluhan tahun.
“Keluarga vihara dan Kelompok sini sama. Kalau ada baksos atau Kegiatan, kita Bagi sembako rata. Alhamdulillah Pada 30 tahun lebih saya Hingga sini aman, tidak ada kendala,” kata dia.
Meski terbuka Bagi umum, ada aturan tak tertulis yang harus dipatuhi pengunjung Tujuh Sumur. Pantangan utamanya adalah Bagi perempuan yang Di datang bulan (haid), dilarang keras Bagi mandi Hingga sumur tersebut.
“Kalau lagi datang bulan nggak boleh. Pernah kejadian ada yang nekat mandi, itu ‘diikuti’ sampai Hingga rumahnya,” kata Tusijan menceritakan Pengalaman Hidup mistis pengunjung.
Banyak pengunjung yang datang Bersama jauh, seperti Semarang, mengaku Merasakan “petunjuk” atau wangsit Bagi datang Hingga tempat ini. Justru, ada yang bisa mendeskripsikan letak patung Dewa Naga yang menghadap Hingga Timur Bersama tepat meski belum pernah berkunjung Sebelumnya Itu.
Vihara Gayatri Hingga Depok (Hans Wilhem/detikcom) |
“Orang Bersama Semarang dikasih petunjuk katanya kan gitu kan, bahwa Hingga sini itu Di pikiran dia ya ada Dewa Naga Hingga Di ukiran pakai kayu menghadap Hingga Timur. Nanya Hingga saya begitu, ya tepat benar kan Hingga Dewa Naga itu benar tepat kan menghadapnya Hingga Timur, patungnya persis Hingga Di petunjuk dia itu gitu lho,” kata dia.
Bagi traveler yang ingin berkunjung Bagi wisata religi atau sekadar melihat persiapan Imlek, Vihara Gayatri menawarkan suasana yang kental Akansegera Kearifan Lokal Dunia dan toleransi yang menyejukkan.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Menengok Kesibukan Vihara Gayatri Hingga Depok Jelang Imlek













