Jakarta, CNN Indonesia —
Hingga Pada Ini penggunaan Ilmu Pengetahuan Anti-lock Braking System (ABS) Bagi pengereman umumnya masih dipakai Ke Kendaraan Pribadi dan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua Hingga atas 150 cc.
Akan Tetapi, pemerintah Melewati Kementerian Perhubungan Berkata mendukung apabila Ilmu Pengetahuan rem itu juga diterapkan Ke seluruh jenis sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua yang mengaspal Hingga jalanan Indonesia.
Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Yusuf Nugroho mengatakan perkembangan Ilmu Pengetahuan keselamatan kendaraan Lebih pesat, memungkinkan penerapan fitur canggih Hingga Indonesia, seperti rem ABS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Ilmu Pengetahuan ABS itu bisa mendukung peningkatan keselamatan serta Mengurangi risiko kecelakaan Hingga jalan raya.
“Banyak fitur keselamatan kini dapat Diterapkan Hingga Indonesia, mulai Didalam rem ABS hingga sistem stability control yang secara otomatis membantu kendaraan bermanuver lebih aman,” kata Yusuf Untuk keterangan Hingga Jakarta, Jumat (16/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, ABS dan stability control, dapat membantu pengendara bermanuver lebih aman Hingga berbagai Kebugaran jalan raya nasional.
Ia juga menegaskan integrasi Ilmu Pengetahuan keselamatan otomatis Meningkatkan stabilitas, kontrol pengereman, dan perlindungan Pemakai jalan Ke kendaraan bermotor.
Anti-lock Braking System merupakan Ilmu Pengetahuan pengereman canggih yang dirancang Bagi mencegah roda terkunci Pada pengereman mendadak.
Sistem itu membantu pengendara mempertahankan kendali kendaraan, Meningkatkan stabilitas, dan Mengurangi jarak pengereman Untuk berbagai Kebugaran jalan.
Kajian hingga komentar praktisi
Data Asosiasi Industri Sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua Indonesia (AISI) Menunjukkan penjualan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua Ke November 2025 tumbuh 2,1 persen menjadi 523.591 unit.
Akan Tetapi, sistem dan standar keselamatan kendaraan dinilai belum seimbang Didalam lonjakan tersebut, Supaya strategi Pelatihan pengendara saja belum cukup menahan angka fatalitas.
Data Korlantas Polri mencatat Di 44 persen kecelakaan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua sepanjang 2024 dipicu kegagalan fungsi pengereman.
Berdasarkan hasil kajian peneliti Fakultas Metode Universitas Indonesia Menunjukkan penggunaan ABS dapat menurunkan kecelakaan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua hingga 24 persen.
Didalam target menurunkan fatalitas hingga 50 persen Ke 2030, ABS dinilai menjadi salah satu solusi Ilmu Pengetahuan penting Bagi keselamatan jalan.
Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Organisasi Internasional Bagi Keselamatan Hingga Jalan Raya Jean Todt mengatakan mereka mencatat 80 persen kecelakaan fatal Hingga Indonesia melibatkan roda dua, Didalam 2/3 korban yang meninggal dunia tidak Memperoleh lisensi.
“Kombinasi Pelatihan pengendara dan standar keselamatan berbasis Ilmu Pengetahuan menjadi Kunci Bagi menurunkan risiko fatal Hingga jalan raya,” kata Jean.
Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia Rio Octaviano menekankan Topik keselamatan jalan belum sepenuhnya ditempatkan sebagai agenda lintas sektor yang terintegrasi Untuk Aturan.
Menurut Rio, upaya yang ada sering berjalan parsial, Ditengah peningkatan perilaku Pemakai jalan dan penguatan standar kendaraan, tanpa kerangka yang seimbang dan saling menguatkan.
“Hingga India banyak organisasi nonpemerintah yang secara konsisten fokus Ke Topik keselamatan jalan. Aspirasi yang mereka suarakan benar-benar didengar, ditampung, dan ditindaklanjuti secara serius Dari pemerintah,” kata Rio.
Ia menekankan kolaborasi menjadi kekuatan penting Untuk membenahi tingginya angka kecelakaan lalu lintas, hingga akhirnya melahirkan Aturan yang kongkret.
Pemerhati Didalam lembaga nonpemerintah Road Safety India,Rajni Gandhi menjelaskan Pendesainan penerapan ABS Ke seluruh sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua penting.
“Agar sistem itu dapat membantu pengendara mengendalikan kendaraan Didalam lebih baik serta Meningkatkan stabilitas dan jarak pengereman Untuk berbagai Kebugaran,” kata Rajni.
Hingga Indonesia, penerapan Ilmu Pengetahuan pengereman masih terbatas Ke sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua berkapasitas besar, padahal mayoritas pengendara menggunakan Kendaraan Bermotor Roda Dua Hingga bawah 150 cc.
Ke Pada Yang Sama Hingga India, kata Rajni, pemerintah Negeri tersebut Akansegera mewajibkan rem ABS Ke seluruh sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua dan skuter Mutakhir mulai Januari 2026. Semuanya, kata Rajni, tanpa memandang kapasitas mesin.
(Ditengah/kid)
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Kemenhub Dukung Rem Kendaraan Bermotor Roda Dua Pakai ABS Untuk Keselamatan Berkendara











