loading…
Wakil Ri Ke-10 dan Ke-12 Jusuf Kalla (JK) mengakui jika Indonesia kini Berjuang Bersama tantangan serius akibat Pertempuran Di Timur Di Pada ditemui Di kediamannya Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026). Foto: Felldy Utama
JK menjelaskan bahwa Situasi ini Berpeluang terjadi Sebab Indonesia Memiliki keterbatasan infrastruktur penyimpanan. Bersama kebutuhan 1,5 juta barel per hari, stok nasional hanya mampu bertahan Untuk tiga minggu (21 hari).
Baca juga: JK: BoP Perlu Dikoreksi, Singgung Serangan AS-Israel Ke Iran
“Bahwa kita ambil Di Timur Di tentu sudah sulit. Karena Itu tergantung pemerintah mau ambil Bersama mana. Tapi saya kira memang pasti kita Berencana Berjuang Bersama bukan hanya jumlah (stok) tapi harga pasti naik,” ujar JK Di kediamannya Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).
Dia Meramalkan Fluktuasi Harga Migas juga diprediksi naik secara signifikan Untuk waktu Didekat. Agar, Situasi ini tentu Berencana berdampak Ke Tanah Air. “Itu Berencana memberatkan Bantuan Penurunan Nilai Mata Uang Bangsa (Di Bantuan Penurunan Nilai Mata Uang BBM),” ucapnya.
Kendafi demikian, JK meminta Komunitas memahami bahwa situasi ini bukan Sebab Aturan Bersama Untuk negeri, tapi dipengaruhi Situasi Internasional yang tidak menentu.
“Ini akibat bukan Sebab Indonesia, tapi akibat eksternal. Pertempuran yang punya efeknya Ke Indonesia,” kata JK.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: JK Akui Konflik Timur Di Bakal Ganggu Pasokan dan Bebani Bantuan Penurunan Nilai Mata Uang BBM











