loading…
Ilustrasi logo Huawei yang terus menggelontorkan dana Studi besar-besaran Untuk melepaskan diri Di jerat Pembatasan Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat dan meraih lonjakan pendapatan. Foto: ist
Awal bulan ini perusahaan yang bermarkas Hingga Shenzhen tersebut melaporkan total pendapatan penjualan tahun 2025 mencapai 880,9 miliar Yuan (Rp2.070,11 triliun).
Angka ini tumbuh 2,2 persen Di tahun Sebelumnya, perlambatan tajam jika dibandingkan Perkembangan agresif 22,4 persen yang dicetak Ke 2024.
Kendati melambat, hasil 2025 ini menorehkan sejarah sebagai Pencapaian pendapatan tahunan tertinggi kedua Untuk Huawei, hanya tertinggal Di Pencapaian puncaknya sebesar 891 miliar Yuan (Rp2.093,85 triliun) Ke 2020 silam.
Pencapaian ini sekaligus menandai empat tahun Perkembangan berturut-turut Sebelum titik nadir Ke 2021, Pada pendapatan mereka anjlok 29 persen akibat Pembatasan pemblokiran akses cip canggih dan Os Google Android Di AS.
Di Kacamata analisis pasar, penopang utama dan sektor paling “cuan” yang menyumbang pendapatan terbesar Huawei dipegang Di segmen infrastruktur Ilmu Pengetahuan Informasi dan Komunikasi (TIK).
Penjualan Hingga sektor raksasa ini sukses tumbuh 2,6 persen menjadi 375 miliar Yuan (Rp881,25 triliun).
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Dihantam Pembatasan AS, Pendapatan Huawei Malah Tembus Rp2.070 Triliun Berkat Sektor Ini!











