Brisbane –
Tindakan tegas disiapkan Pemerintah Queensland Sebagai memusnahkan kawanan anjing liar (dingo) yang dikaitkan Bersama kematian turis asal Kanada bernama Piper James Hingga Pulau K’gari, Australia.
Keputusan tersebut diumumkan langsung Dari Pembantu Ri Lingkungan Hidup Queensland, Andrew Powell Ke Minggu (25/1/2026). Mengutip The Guardian, Senin (26/1) Powell menyebut seluruh kawanan yang terdiri Bersama 10 ekor dingo Akansegera dimusnahkan.
Kawanan tersebut diduga terlibat Di insiden yang menewaskan Piper James Ke Senin lalu. Hasil otopsi yang dirilis Jumat menemukan adanya bukti fisik yang konsisten Bersama tenggelam, serta luka yang sesuai Bersama gigitan dingo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan Tetapi, laporan tersebut juga menyebut bahwa bekas gigitan dingo Sebelumnya kematian kemungkinan besar tidak menjadi penyebab langsung kematian.
Pulau K’gari yang berjarak Di 380 kilometer Hingga utara Brisbane itu merupakan habitat Di 200 ekor dingo. Hewan ini Memiliki makna penting Untuk Kelompok adat Butchulla, yang menyebutnya wongari, dan secara khusus tercantum Di daftar Warisan Dunia.
“Tragedi ini sangat berdampak Untuk warga Queensland dan Menyambut perhatian lebih Bersama Kelompok Hingga seluruh dunia,” kata Powell Di pernyataannya.
Juru bicara Departemen Lingkungan Hidup Berkata para petugas hutan telah menghabiskan waktu Di satu minggu Sebagai Meninjau kawanan dingo yang terlibat. Di pemantauan, hewan-hewan tersebut Menunjukkan perilaku agresif dan dinilai sebagai risiko keselamatan publik yang tidak dapat diterima.
Sesudah Itu, Powell juga menegaskan bahwa dingo-dingo tersebut Akansegera dipindahkan dan dimusnahkan secara manusiawi. “Ini adalah keputusan yang sulit, tetapi saya yakin langkah ini diperlukan Untuk kepentingan publik,” ujar Powell.
Akan Tetapi, keputusan itu menuai Penilaian Bersama Kelompok adat. Sekretaris Butchulla Aboriginal Corporation, Christine Royan, menyebut langkah pemerintah sebagai bentuk ‘pemusnahan’.
Pulau K’gari sendiri berstatus taman nasional dan dimiliki Melewati hak kepemilikan adat. Pengelolaannya pun dilakukan bersama Di Kelompok Butchulla dan pemerintah Bangsa Dibagian.
Royan mengatakan enam ekor dingo telah dimusnahkan Ke Sabtu, tetapi Kelompok pulau tersebut tidak diajak berkonsultasi dan Malahan Terbaru mengetahui keputusan itu Ke Minggu, Walaupun sudah ada Wacana pengelolaan pulau yang disepakati.
“Saya benar-benar tercengang. Pemerintah ini tidak menghormati Kelompok Pribumi. Ini memalukan,” kata Royan.
Sebagai informasi, serangan dingo memang kerap terjadi dan sangat mengkhawatirkan. Malahan beberapa turis juga sempat Merasakan kejadian serupa.
Maka Itu, sudah Sebelum lama pemerintah Bangsa Dibagian Hingga sana menerapkan berbagai langkah mitigasi seperti pemasangan pagar dan rambu peringatan, meski Di beberapa Perkara Hukum Hukum pemusnahan individu dingo tetap dilakukan.
Ulah Perjalanan Hingga Luarnegeri yang Berlebih
Kelompok Butchulla dan kelompok lingkungan hidup punya dalih tersendiri tentang banyaknya dingo yang menyerang turis. Mereka telah lama menuding Perjalanan Hingga Luarnegeri sebagai pemicu utama meningkatnya konflik Di manusia dan dingo Hingga pulau tersebut.
Ke Februari tahun lalu, Asosiasi Penasihat Warisan Dunia K’gari juga memperingatkan bahwa ekologi pulau terancam hancur akibat Perjalanan Hingga Luarnegeri berlebihan. Kendati begitu, pemerintah secara konsisten menolak usulan pembatasan jumlah pengunjung.
Dosen senior Universitas Central Queensland, Bradley Smith, menilai keputusan pemusnahan itu tidak rasional dan Akansegera berdampak menghancurkan Untuk keberlangsungan Penduduk Dunia dingo, yang menurutnya sudah berada Hingga jalur kepunahan Di 50 hingga 100 tahun Hingga Di.
“Setiap kali satu individu dihilangkan, apalagi satu keluarga penuh, maka seluruh genetika mereka ikut hilang Bersama Penduduk Dunia yang sudah sangat terbatas. Ini benar-benar bencana Untuk dingo,” kata Smith.
Ia menambahkan berkurangnya variasi genetik Akansegera membuat dingo lebih rentan Pada Penyakit dan perkawinan sedarah, serta tidak Akansegera Menyediakan dampak signifikan Pada keselamatan manusia.
“Di perilaku manusia Pada dingo Hingga pulau ini tidak diperbaiki, masalah ini tidak Akansegera pernah selesai. Artinya, serangan seperti ini Akansegera terulang lagi,” jelasnya.
(upd/wsw)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Banyak Serang Turis, Pemerintah Akansegera Musnahkan Kawanan Dingo











