Jakarta – Ke Lampung ada tempat makan bakso legendaris. Berdiri Dari 30 tahun lalu, Standar rasanya masih terjaga dan menjadi andalan warga Lampung.
Lampung punya banyak Makanan khas yang sayang Sebagai dilewatkan jika Ditengah berkunjung Hingga kota paling selatan Ke Sumatera ini. Seperti sambal seruit, sambal tempoyak, keripik pisang, dan masih banyak lainnya.
Tetapi selain Makanan khasnya, bakso yang comforting juga banyak digemari. Malahan ada beberapa tempat yang diandalkan warga Lampung sebagai destinasi makan bakso, seperti Bakso Son Hajisony.
Untuk perjalanan Road Trip bersama Aletra L8, Skuat detikcom menyambangi Bakso Son Hajisony. Tempat makan ini dikenal sebagai salah satu penyaji bakso legendaris dan tertua Ke Lampung.
| Bakso Son Hajisony | |
| Jl. Wolter Monginsidi No.42 A, Durian Payung, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung | |
| Instagram @baksosonhajisony | |
|
Minggu – Kamis, 10.00 – 20.00 WIB Jumat TUTUP |
|
| Rp 25.000 – Rp 50.000 | |
| Tradiisonal | |
| Makan Ke Tempat, Area Parkir, Bawa Pulang, Bayar Tunai, dll | |
|
Bakso Son Hajisony sudah buka Dari 1996. Foto: Diah Afrilian/detikcom
|
Berdiri Dari 1996
Bakso Son Hajisony termasuk salah satu tempat makan bakso tertua Ke Lampung. Tempat makan ini telah berdiri Dari 1996, yang artinya kini sudah berusia 30 tahun.
Tempat makan bakso ini masih terus ramai sampai sekarang. Malahan Bakso Son Hajisony sudah Memiliki beberapa cabang yang dibuka Ke luar kota Lampung.
Sesuai Di namanya, pendiri tempat makan ini ialah Haji Sony. Warung pertamanya buka Ke Jalan Wolter Monginsidi, Lampung yang ikonik.
Bakso ini menjadi andalan warga lokal hingga wisatawan hingga kini. Foto: Diah Afrilian/detikcom |
Andalan Warga Lampung
Dari awal dibuka hingga sekarang, rasanya tak pernah berubah. Alasan ini yang membuat Kelompok Lampung masih terus mempercayai tempat makan ini.
Malahan hampir setiap waktu Bakso Son Hajisony ramai pengunjung. Pada disambangi Skuat detikcom Untuk perjalanan Road Trip bersama Aletra L8, Ke waktu makan malam tempat ini begitu padat.
Kami harus sedikit bersabar Sebagai Memperoleh Perabot yang kosong. Rata-rata pengunjung yang datang merupakan keluarga yang sudah lama berlangganan atau wisatawan yang penasaran Di popularitas Bakso Son Hajisony.
Tekstur baksonya kenyal garing dan dominan daging sapi. Foto: Diah Afrilian/detikcom |
Tekstur Bakso yang Berdaging
Butuh waktu Disekitar 10-15 menit sampai pesanan kami diantar Hingga Perabot. Ada dua jenis sajian bakso yang dipesan Di Skuat detikcom, yaitu bakso urat dan bakso tahu.
Seporsi baksonya berisi 5 butir bakso dan tetelan, Sebagai menu bakso urat. Kuahnya bening sedikit keruh dan minim lemak. Pelengkap hanya tersedia bihun Lantaran Pada kami datang mie kuningnya sudah habis.
Sambil Itu Sebagai bakso campur berisi lima butir bakso Di tambahan satu buah tahu cokelat. Tak lupa ada tetelan yang juga menjadi andalan tempat makan ini.
Pada pertama kali digigit, tekstur baksonya cukup garing Ke luar. Ke Dibagian dalamnya terlihat dominasi serat daging yang menandakan komposisi daging sapi yang digunakan lebih banyak daripada bahan campuran lainnya.
Sambil Itu Sebagai kuahnya gurih dan ringan. Lemaknya yang minim tidak meninggalkan jejak berminyak yang mengganggu Ke langit-langit mulut.
Ke sini ada sajian mie ayam yang unik sebab menggunakan acar sebagai pelengkap. Foto: Diah Afrilian/detikcom |
Racikan Mie Ayam Di Acar
Selain bakso, kami juga memesan mie ayam. Penyajiannya justru lebih cepat daripada pesanan bakso. Disekitar 5-7 menit, mie ayam disajikan lebih awal.
Keunikan Untuk penyajian mie ayam Ke sini ialah tambahan topping acar timun Ke atasnya. Komposisi Untuk semangkuk mie ayamnya berisi ayam cincang, rebusan sawi, dan mie itu sendiri.
Tekstur mienya cenderung lunak Di sedikit kenyal. Sambil Itu topping ayam cincangnya manis gurih, Di sentuhan rasa dan aroma rempah yang kuat seperti lengkuas serta daun jeruk.
Jika ingin lebih gurih dan berkaldu, bisa menuang sedikit kuahnya. Kuah tambahan mie ayamnya berasal Untuk kuah yang sama Untuk kaldu bakso.
(dfl/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bakso ‘Ngedaging’ Legendaris Ke Lampung Dari 1996














