Peradangan usus buntu (apendisitis) kerap dikaitkan Bersama kebiasaan makan terburu-buru atau ketidaksengajaan menelan biji-bijian. Ternyata, kurang asupan serat harian juga Memiliki peran besar Untuk memicu masalah Kesejajaran ini.
Spesialis gizi klinik, dr Igus Ulfa Yaze, SpGK menjelaskan bahwa serat berperan penting Sebagai mempercepat waktu transit sisa Konsumsi Di Untuk saluran pencernaan. Pada tubuh kekurangan serat, proses pengeluaran sisa Konsumsi menjadi lambat dan tertahan lebih lama Di Untuk usus.
“Lantaran kalau kita kurang serat juga, transitnya (Konsumsi) Berencana kelamaan Di usus. Harusnya bisa cepat langsung dibuang,” beber dr Yaze Ke detikcom, Kamis (13/8/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karena Itu kalau Bersama ada serat, itu dia ngebantu supaya cepat nih sisa Konsumsi itu terproses,” lanjutnya.
Sisa Konsumsi yang bertahan terlalu lama Di usus berisiko mengeras dan menjadi kotoran padat. Kepuasan inilah yang mempermudah sisa Konsumsi terselip dan menyumbat usus buntu hingga berujung Ke Penyakit Menyebar dan peradangan.
Berapa Sih Kebutuhan Serat Harian yang Ideal?
Sebagai mencegah risiko penyumbatan tersebut, dr Yaze mengungkapkan bahwa idealnya memenuhi kebutuhan serat harian sebesar 25 hingga 30 gram per hari.
Jika dikonversikan Di Untuk porsi Konsumsi nyata, jumlah tersebut setara Bersama gabungan porsi sayur dan buah yang dikonsumsi secara rutin setiap hari.
“Karena Itu kalau Sebagai serat, itu kebutuhannya 25 sampai 30 gram per hari. Karena Itu kalau diibaratkan Konsumsi, itu sama aja kayak 2 porsi buah sehari ditambah sama 3 porsi sayur,” tutur dr Yaze.
Meski 25 hingga 30 gram adalah target harian, dr Yaze mengingatkan Sebagai tidak menghabiskan seluruh takaran serat tersebut Untuk satu kali waktu makan. Mengonsumsi serat Untuk jumlah besar sekaligus justru bisa membuat perut terasa sangat penuh dan begah.
dr Yaze menyarankan Komunitas Sebagai membagi porsi asupan serat sepanjang hari, baik Ke jam makan utama maupun Pada waktu camilan (snack time).
“Karena Itu memang harusnya dibagi. Karena Itu per kali makan itu pasti ada sayurnya. Terus nanti Di snack time-nya, snack time pagi sama snack time sore, itu ada buahnya,” terang dr Yaze.
“Lantaran kalau dimakan serat 25 sampai 30 gram, misalnya Untuk 1 kali makan, ya sudah kenyang sama serat doang, itu biasanya enggak kemakan pasti. Memang mau enggak mau harus dibagi,” tegasnya.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video: Meski Di Ruang Ber-AC, Tubuh Tetap Mengintroduksi Cairan Lho“
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ahli Kepuasan Gizi Ungkap Alasan Kurang Serat Juga Bisa Picu Peradangan Usus Buntu









