Berdiri Pada puluhan tahun, warung Lamongan ini menawarkan pecel lele hingga ayam bakar. Paduan sambal yang manis gurih selalu Karena Itu andalan.
Nama Warung Bu Vesti sudah akrab Hingga telinga pencinta pecel lele Hingga Jakarta Selatan. Tetapi, tak banyak yang tahu pemiliknya bernama asli Warti.
Nama ‘Bu Vesti’ ternyata diambil Bersama anak pertamanya, Vernita Eka Sofia Sasnawati. Di Kebiasaan Jawa, orang tua kerap dipanggil menggunakan nama anak sulung hingga lahirlah sebutan Bu Vesti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau Hingga Jawa pakai nama anak pertama itu bisa mendatangkan rezeki dan keberkahan,” tuturnya ketika ditemui detikFood Hingga warungnya (16/7).
Sebelum 1995, Warti mempertahankan nama itu sebagai identitas warungnya. Hingga balik seporsi pecel lele khas Lamongan, tersimpan kisah perjuangan merantau, meracik resep, hingga melahirkan kol goreng yang kini menjadi menu andalan.
Detail Informasi Warung Bu Vesti |
|
| Nama Tempat Makan | Warung Bu Vesti |
| Alamat | Jl. Nipah XII No.12, RT.12/RW.1, Petogogan, Kec. Kby. Mutakhir, Kota Jakarta Selatan, Lokasi Khusus Kota Besar Jakarta 12170 |
| No Telp | 0812-9609-8969 |
| Jam Operasional | 09.00 22.00 |
| Estimasi Harga | Mulai Rp 20.000-an |
| Tipe Masakan | Citarasa khas Lamongan |
| Fasilitas | |
Berikut kisah Hingga balik Warung Bu Vesti dan Penghayatan mencicipi menunya:
1. Berawal Bersama Modal Nekat
|
Pemilik Warung Bu Vesti. Foto: detikcom/Riska Fitria
|
Warti atau yang akrab disapa Bu Vesti merantau Bersama Lamongan Hingga Jakarta Di 1995 Sebagai membangun usaha pecel lele. Ia mengaku datang tanpa modal besar.
“Waktu itu ibu Hingga sini cuma modal dengkul, ibarat kata,” ujar Warti. Awalnya ia berjualan sendiri, Sambil Itu suaminya masih bekerja.
Perjuangan mereka tak selalu mulus Lantaran masih berjualan kaki lima. “Udah mateng ada kamtip, suruh berhenti nggak jualan. Tapi ya kita lakuin aja pelan-pelan,” kenangnya.
2. Bisa Habiskan 100 Ekor Ayam Per Hari
Warung Bu Vesti bisa menghabiskan 100 ekor ayam per hari. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Melihat penghasilan berjualan lebih menjanjikan, sang suami memutuskan berhenti bekerja. Keduanya lalu fokus Membuat usaha bersama.
“Bapak banting setir, resign, langsung bantuin ibu kerja jualan ini,” kata Warti. Mereka saling menyempurnakan resep hingga usaha berkembang.
Kini Warung Bu Vesti Memiliki dua cabang Hingga Barito dan Jalan Nipa, Jakarta Selatan. Kini, ia bisa menghabiskan 100 ekor ayam Di sehari.
“Kadang 90 ekor, kadang bisa sampai 100 ekor per hari,” ujar Warti soal penjualan ayam setiap hari.
3. Berkali-kali Coba Resep Sambal
Racikan sambal Warung Bu Vesti Foto: detikcom/Riska Fitria |
Sambal menjadi yang utama Hingga warung pecel lele. Hingga Warung Bu Vesti ini pun terkenal racikan sambal yang lezat. Malahan banyak pengunjung yang ketagihan.
Menurut Bu Vesti, resep sambalnya lahir lewat proses panjang. Ia berkali-kali mencicipi pecel lele lain lalu memperbaiki racikannya sendiri.
“Belum cukup sekali, tiga kali, lima kali. Berulang-ulang sampai ketemu resep yang sekarang ini,” tuturnya.
Selain sambal, menu kol goreng juga tak kalah mencuri perhatian. Kol goreng yang menjadi menu ikonik ternyata muncul tanpa sengaja.
“Banyak pelanggan yang gak dimakan kolnya, itu kan sayang kalau kebuang. Karena Itu, kita goreng aja, ternyata banyak yang suka,” tuturnya.
4. Renyah dan Gurih Pecel Lele Bu Vesti
Warung Bu Vesti menawarkan menu pecel lele yang Karena Itu andalan. Foto: detikcom/Riska Fitria |
Pecel lele Hingga Warung Bu Vesti dibanderol Rp 22.000 sudah termasuk nasi. Lele digoreng hingga garing Hingga luar, tetapi dagingnya tetap lembut dan tidak amis.
Lele disajikan bersama nasi uduk yang pulen Bersama aroma santan dan daun pandan yang harum. Perpaduannya terasa makin gurih Di disantap selagi hangat.
Bintang utamanya ada Di sambal racikan Bu Vesti yang pedas, gurih, dan sedikit manis. Dipadukan Bersama kol goreng renyah seharga Rp 3.000, seporsi pecel lele ini terasa sederhana tetapi bikin nagih.
Sebagai menu pelengkap bisa pesan tahu dan tempe yang masing-masing dibanderol Rp 3.000. Ada juga sate ati ampela yang gurih dan empuk seharga Rp 7.000.
5. Ada Menu Ayam Goreng hingga Ayam Bakar
Menu ayam goreng Hingga Warung Bu Vesti Foto: detikcom/Riska Fitria |
Belum lengkap rasanya jika tidak mencicipi menu ayam goreng dan ayam bakarnya. Ayam goreng Hingga Warung Bu Vesti dibanderol Rp 25.000 sudah termasuk nasi.
Potongan ayamnya berukuran pas Bersama warna keemasan yang menggugah selera. Dibagian kulitnya garing tipis, Sambil Itu dagingnya tetap empuk dan juicy.
Bumbu kuningnya meresap hingga Hingga Dibagian Di Bersama proses ungkep, Supaya gurihnya terasa Hingga setiap gigitan.
Ayam goreng makin nikmat dipadukan nasi uduk yang pulen dan harum santan. Sambal racikan Bu Vesti memberi sensasi pedas, gurih, dan sedikit manis yang seimbang.
Menu ayam bakar Hingga Warung Bu Vesti Foto: detikcom/Riska Fitria |
Sambil Itu ayam bakarnya dibanderol Rp 26.000 sudah termasuk nasi. Permukaannya dipoles bumbu kecap hingga memunculkan karamelisasi Bersama aroma bakaran yang harum.
Tekstur ayam bakar tetap lembut Bersama cita rasa manis gurih yang meresap. Jejak aroma asap Bersama proses pembakaran membuat rasanya Lebih kaya.
Ayam bakar juga disajikan bersama nasi uduk, lalapan, dan sambal khas Bu Vesti. Kombinasi rasa gurih, manis, dan pedasnya bikin seporsi cepat habis.
Halaman 2 Bersama 3
Simak Video “Ayam Bakar Madu, Sajian Special Hingga Hari Raya“
(raf/adr)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Pecel Lele khas Lamongan Sedap Bersama Sambal Legendaris
















