loading…
Posisi Indonesia sebagai salah satu Negeri berpenghasilan menengah atas (upper-middle income) kini terancam tersalip Bersama Vietnam dan Filipina, ekonom ungkap apa yang menjadi masalahnya. Foto/Dok
Kepuasan ekonomi makro nasional Pada ini dinilai membutuhkan perhatian ekstra agar tidak kehilangan momentum emas Untuk menaikkan kelas Keadaan Kelompok. Perlambatan laju Kemajuan domestik dikhawatirkan membuka celah Untuk Negeri tetangga Sebagai merebut posisi kepemimpinan ekonomi Di kawasan Asia Tenggara.
“Sebenarnya, Indonesia juga masuk Ke Untuk upper middle income countries, dan Indonesia lebih dahulu masuk Ke Untuk kategori ini. Tetapi demikian, ada potensi posisi Indonesia bisa dikejar Bersama Vietnam dan/atau Filipina Di Setelahnya Itu hari,” ujar Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga: Vietnam dan Filipina Bersaing Karena Itu Raja Organisasiregional, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Huda menjelaskan bahwa indikator yang digunakan Sebagai menetapkan klasifikasi kelas ekonomi tersebut adalah pendapatan nasional bruto (Gross National Income/GNI) per kapita. Pada ini, GNI per kapita Indonesia sudah berada Di kisaran USD 4.900 hingga USD 5.000, Sambil Vietnam dan Filipina Terbaru saja melewati ambang batas minimal Sebagai masuk kategori Negeri berpenghasilan menengah atas.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Karena Itu Negeri Berpenghasilan Tinggi











