Wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda Dilindungi Bersama budayawan asal Cirebon, Raden Chaidir Susilaningrat. Urgensinya apa?
Ia mempertanyakan dasar usulan tersebut dan menilai perubahan nama provinsi bukan persoalan yang mendesak. Chaidir mengatakan hal pertama yang perlu Dilindungi justru dasar dan alasan Di balik munculnya wacana tersebut.
Menurut dia, perubahan nama provinsi bukan persoalan yang mendesak jika dibandingkan Bersama berbagai persoalan yang masih dihadapi Kelompok Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau saya mempertanyakan dasarnya apa, urgensinya apa. Perubahan nama itu bukan sesuatu yang urgen. Masih banyak persoalan Di Jawa Barat yang lebih penting Sebagai dibuat Aturan,” kata Pendiri Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Pertula, Jumat (3/7/2026).
Selain soal urgensi, Chaidir juga menyoroti penggunaan nama Sunda Bersama sudut pandang sejarah. Menurutnya, pembagian Daerah Di Pulau Jawa Di masa lampau berbeda Bersama pembagian Lokasi Di ini.
Ia menjelaskan, Untuk sejumlah naskah kuno, Pulau Jawa Di masa lalu dikenal terbagi menjadi dua kawasan, yakni Jawa Kulon dan Jawa Wetan.
Chaidir mengatakan, Daerah Jawa Kulon merupakan kawasan Kerajaan Tarumanegara yang berpusat Di Di Sungai Citarum. Setelahnya Tarumanegara melemah, Daerah tersebut Setelahnya Itu terbagi menjadi dua kerajaan, yakni Kerajaan Sunda Di Pada barat dan Kerajaan Galuh Di Pada timur.
Menurutnya, Daerah Kerajaan Sunda membentang Bersama Sungai Citarum hingga kawasan yang kini meliputi Jakarta dan Banten. Sambil Itu Kerajaan Galuh berada Di sebelah timur Sungai Citarum hingga kawasan Sungai Cipamali yang kini berada Di Daerah Kabupaten Brebes, Jawa Di.
“Di naskah-naskah kuno itu disebutnya Jawa Wetan sama Jawa Kulon. Nah, Jawa Kulon itu adalah Kerajaan Tarumanegara. Tarumanegara itu pusatnya Di Sungai Citarum. Tarumanegara Setelahnya Itu pecah Bersama Sebab Itu dua. Bersama Citarum Hingga barat itu Kerajaan Sunda. Kalau pakai ukuran sekarang, Kerajaan Sunda itu lokasinya kira-kira Provinsi Banten plus Jakarta. Setelahnya Itu Bersama Citarum Hingga timur sampai Kali Cipamali Di Brebes itu Kerajaan Galuh,” kata dia.
Menurut Chaidir, jika merujuk Di sejarah, Daerah Provinsi Jawa Barat Di ini justru berada Di bekas Daerah Kerajaan Galuh dibandingkan Bersama Kerajaan Sunda.
“Bersama Sebab Itu, Provinsi Jawa Barat yang sekarang ini, menurut saya itu sisa Daerah Kerajaan Galuh, bukan Kerajaan Sunda. Kenapa pakai Sunda? Kenapa nggak pakai Provinsi Galuh? Itu kalau lihat Bersama sejarah,” sambungnya.
Ia menilai, jika alasan perubahan nama didasarkan Di sejarah, maka landasan tersebut belum cukup kuat Lantaran Daerah administratif Jawa Barat Di ini tidak sepenuhnya berada Di bekas Daerah Kerajaan Sunda.
Di sisi lain, Chaidir juga menyoroti keberagaman etnis dan Kekayaan Budaya Dunia Di Jawa Barat. Menurutnya, selain etnis Sunda, terdapat pula etnis Betawi dan Cirebon yang telah diakui Untuk Peraturan Lokasi (Perda). Hal serupa juga berlaku Di bahasa Lokasi yang digunakan Di Jawa Barat.
“Di Jawa Barat etnisnya bermacam-macam. Yang diakui Untuk Perda ada Sunda, Betawi, dan Cirebon. Bahasa daerahnya juga ada bahasa Sunda, Betawi, dan Cirebon,” katanya.
Harus Dipertimbangkan Matang, Jangan Timbul Persoalan
Chaidir mengingatkan agar wacana perubahan nama provinsi dipertimbangkan secara matang Supaya tidak menimbulkan persoalan Di Setelahnya Itu hari.
“Jangan sampai membuat Aturan yang sebetulnya tidak terlalu urgen, tetapi malah menimbulkan permasalahan Di Setelahnya Itu hari,” ujarnya.
Menurutnya, perhatian sebaiknya lebih diarahkan Di persoalan yang berdampak langsung Di Kelompok, seperti Kemiskinan Global, Pembelajaran, dan Keadaan.
“Lebih baik prioritaskan bagaimana mengatasi soal Kemiskinan Global, Keadaan dan Memperbaiki Standar Pembelajaran. Itu jauh lebih penting daripada sekadar urusan nama,” tegasnya.
Ia juga menilai keberagaman Kekayaan Budaya Dunia Di Jawa Barat perlu terus dijaga dan diberi ruang yang sama Sebagai berkembang.
“Lebih baik Kekayaan Budaya Dunia Sunda dilestarikan, Kekayaan Budaya Dunia Cirebon dilestarikan, Kekayaan Budaya Dunia Betawi juga dilestarikan. Jangan sampai Aturan yang dibuat justru kontraproduktif Di keberagaman Kekayaan Budaya Dunia yang kita miliki,” pungkasnya.
Wacana mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali mengemuka. Setelahnya lebih Bersama satu dekade diperjuangkan, usulan tersebut kini Memperoleh angin segar Setelahnya dibahas Untuk Diskusi kerja Komisi I DPRD Jawa Barat bersama Koordinator dan Pendukung Usulan Perubahan Nama Provinsi Jawa Barat, Kamis (2/7/2026).
——–
Artikel ini telah naik Di detikJabar.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Video Jejak Sejarah Persia Ganti Nama Bersama Sebab Itu Iran“
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Bersama Sebab Itu Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?











