Jakarta, CNN Indonesia —
Yamaha Indonesia Kendaraan Bermotor Roda Dua Manufacturing (YIMM) mengingatkan konsumen Sebagai tidak serta-merta mengganti jenis bahan bakar Migas (BBM) menggunakan RON lebih rendah, misalnya Di Pertamax Di Pertalite, tanpa memperhatikan spesifikasi kendaraan.
Manager Public Relations, YRA & Community YIMM Rifkie Maulana mengatakan menurunkan RON bensin harus mengacu Di rekomendasi pabrikan. Menurut dia, tidak semua Kendaraan Bermotor Roda Dua Memperoleh spesifikasi mesin serupa Supaya kebutuhan bahan bakarnya juga berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kalau secara spek kan tidak semuanya sama. Mesti dilihat dulu Di spesifikasinya, tergantung jenis kompresinya,” kata Rifkie Di Jakarta, Minggu (21/6).
Penggunaan BBM yang tidak sesuai rasio kompresi mesin Berpeluang memengaruhi Prestasi kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan petunjuk yang dirilis Pertamina, bensin RON 90 cocok Sebagai mesin Bersama rasio kompresi 9:1 sampai 10:1, sedangkam RON 92 sesuai bakal mesin Bersama rasio kompresi 10:1 sampai 11:1.
Di data itu Kendaraan Bermotor Roda Dua Yamaha Bersama dapur pacu 125 cc seperti Gear, Freego, X-Ride, Mio M3, Fino 125, hingga bebek Jupiter Z1 serta Vega Force masih cocok menggunakan Pertalite. Rifkie pun membenarkan mengenai hal tersebut
“Makanya kalau saya pikir (mesin 125 cc) masih friendly,” kata dia.
Fluktuasi Harga Bahanbakar Minyak nonsubsidi seperti Pertamax RON 92 diduga bakal memicu sebagian Komunitas beralih menggunakan Pertalite, BBM Bantuan Penurunan Nilai Mata Uang Bersama RON lebih rendah 90.
Pertalite adalah BBM bensin yang belum naik harga sebab banderolnya dijaga pemerintah menggunakan Bantuan Penurunan Nilai Mata Uang. Sambil Itu Pertamax series Bersama RON 92 Di atas telah Merasakan penyesuaian harga signifikan mulai Di Rp16.250 per liter.
(ryh/fea)
Add
as a preferred
source on Google
Artikel ini disadur –> Cnnindonesia News: Yamaha Ingatkan Konsumen Jangan Asal Ganti Pertamax Di Pertalite











