Atrial fibrilasi (AF), salah satu gangguan irama jantung paling umum, sering kali datang tanpa Tanda yang jelas Tetapi membawa risiko serius seperti stroke dan gagal jantung. Secara Dunia, hingga 40 persen Tindak Kejahatan stroke iskemik berkaitan Bersama Kebugaran ini. Hingga Indonesia, tantangannya Justru lebih kompleks-pasien cenderung berusia lebih muda, Sambil upaya Pra-Penanganan stroke masih belum optimal.
Kebugaran ini Merangsang kebutuhan Akansegera pendekatan penanganan yang tidak hanya efektif, tetapi juga lebih aman dan minim risiko. Menjawab hal tersebut, Siloam International Hospitals Memperkenalkan pendekatan terbaru Di tata laksana atrial fibrilasi Melewati kombinasi Metode ablasi Bersama paparan radiasi minimal (minimal fluoroskopi) yang didukung Ilmu Pengetahuan Intracardiac Echocardiography (ICE) yang berhasil Digunakan Bersama Kepala Staf Medis Fungsional Bidang Kardiologi Siloam Hospitals TB Simatupang sekaligus guru besar aritmia Hingga Indonesia, Prof. Dr. dr. Latihan Yoga Yuniadi, SpJP (K), FIHA bersama Skuat aritmia, yang telah melakukan live case penanganan atrial fibrillation (AF) Bersama pendekatan minimal fluoroscopic yang didukung Ilmu Pengetahuan Intra Cardiac Echocardiography (ICE)/USG Di jantung.
Live case ini sendiri diikuti Bersama berbagai ahli jantung Bersama berbagai Negeri dan menjadi momentum penting Di Menunjukkan kesiapan layanan elektrofisiologi jantung Hingga Indonesia sekaligus menempatkan Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai layanan Kesejajaran yang unggul Hingga bidang kardiologi Hingga tingkat internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsultan aritmia, dr Budi Ario Tejo, SpJP(K), FIHA, Dibagian Bersama Skuat Aritmia Siloam Hospitals TB Simatupang mengatakan Di umumnya Sebagai penanganan atrial fibrilasi Praktisi Medis Akansegera menggunakan metode C.A.R.E sesuai pedoman terkini.
“Karena Itu Comorbid and Risk Factor Control, Avoid Stroke, Reduce Symptom, dan satu lagi Evaluation and Dynamic Reassesment,” kata dr Budi ketika berbincang Bersama detikcom Hingga Kegiatan Siloam Cardiac Summit 2026 Hingga Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).
“Karena Itu upaya-upaya itu bertujuan Sebagai memperbaiki outcome Bersama si atrial fibrilasi ini. Sebab kalau kita tahu atrial fibrilasi itu berkaitan Bersama risiko kematian yang 5 kali lipat lebih tinggi, risiko gagal jantung yang 5 kali lipat lebih tinggi, dan juga risiko stroke yang sangat tinggi, terutama stroke sumbatan,” sambungnya.
Mengenal Pendekatan Minim Radiasi dan Ilmu Pengetahuan ICE
Minimal Fluoroscopic AF Ablation adalah prosedur ablasi kateter Sebagai Atrial Fibrillation (AF) yang dilakukan Bersama minimal fluoroskopi (sinar-X) sebagai panduan utama. Prosedur ini digunakan Sebagai menghentikan gangguan irama jantung Bersama ‘mengisolasi’ (ablasi) sumber sinyal listrik abnormal Hingga atrium (biasanya Hingga Di pulmonary vein) dan dilakukan hampir tanpa paparan radiasi X-ray, yang berbeda Bersama Metode konvensional.
Ilmu Pengetahuan Intra Cardiac Echocardiography (ICE)/USG Di jantung membantu visualisasi struktur jantung secara lebih baik Pada prosedur. Hal ini mendukung ketepatan tindakan, serta mencerminkan upaya Ke layanan yang Lebih presisi sebagai upaya Sebagai peningkatan mutu layanan dan keselamatan pasien.
Live case yang telah dilakukan menggunakan ekosistem VARIPULSE™ yaitu Ilmu Pengetahuan Pulsed Field Ablation (PFA) pertama yang dirancang Sebagai menyederhanakan prosedur ablasi dan pemetaan jantung Melewati satu alur kerja terintegrasi Bersama Sistem CARTO™ 3.
Ilmu Pengetahuan pemetaan jantung elektroanatomi 3D ini memungkinkan visualisasi secara real-time dan mendukung presisi, efisiensi, konsistensi, serta akurasi prosedur Untuk Praktisi Medis Di menangani pasien Bersama atrial fibrillation (AFib). Ilmu Pengetahuan ini memungkinkan terapi yang aman dan efisien Memusatkan Perhatian Di pasien, Bersama paparan fluoroskopi minimal hingga tanpa fluoroskopi serta kompatibel Sebagai prosedur Bersama sedasi Di maupun sedasi Bersama Kebugaran pasien tetap sadar.
Lebih Bersama 50 persen pasien, lanjut dr Budi, atrial fibrilasi Akansegera Memberi beberapa Tanda yang mengganggu Mutu hidup seperti berdebar, mudah lelah, intoleransi Karya.
“Di upaya mengendalikan atrial fibrilasi itu, kita bisa kembalikan dia iramanya Hingga irama yang normal, Karena Itu yang tadinya tidak teratur kami bikin Karena Itu teratur. Atau kami kendalikan lajunya, yang tadinya cepat kami bikin tidak terlalu cepat,” kata dr Budi.
Di pasien-pasien yang bergejala, pengembalian irama jantung Hingga Tren normal Akansegera menghilangkan keluhan Bersama pasiennya. Hal ini bisa Bersama pemberian Terapi atau Bersama ablasi.
Ilmu Pengetahuan terbaru menggabungkan ICE Bersama sistem pemetaan jantung 3D (electroanatomical mapping), Supaya Praktisi Medis dapat melakukan ablasi tanpa bergantung Di sinar-X.
“Bersama Intracardiac Echocardiography ini, kebutuhan penggunaan X-ray itu Akansegera jauh lebih kecil. Justru bisa sampai Bersama zero,” tegas dr Budi.
“Bersama Kebugaran seperti itu, otomatis risiko-risiko yang Yang Terkait Bersama Bersama paparan radiasi Akansegera sangat jauh berkurang. Paparan radiasi itu baik Di operatornya, Di timnya, atau Di pasiennya sendiri,” sambungnya.
Kolaborasi Internasional
Metode ablasi Bersama minimal fluoroskopi atau Justru tanpa paparan sinar-X (zero fluoroscopy) masih tergolong Terbaru Hingga Indonesia. Sebagai Dibagian Bersama Pembuatan layanan kardiologi berstandar Dunia, Siloam International Hospitals menjalin kolaborasi Bersama berbagai mitra internasional Sebagai Memperkenalkan pendekatan ini Hingga Indonesia.
“Kalau kita bisa bilang, ini termasuk yang pertama Hingga Asia Tenggara. Sebab ini merupakan Ilmu Pengetahuan Terbaru, kami juga melibatkan Prof. Ligang Ding Bersama Fuwai Hospital Hingga China,” ujar dr Budi.
Metode ablasi Bersama minimal fluoroskopi atau Justru zero ini terbilang Terbaru Hingga Indonesia. Siloam Hospitals TB Simatupang bekerjasama Bersama pihak-pihak internasional Sebagai hal ini.
Fuwai Hospital merupakan pusat Sebagai tindakan aritmia Hingga China, Bersama jumlah tindakan yang terbilang banyak.
“Bersama melibatkan beliau, kami mengharapkan adanya alih Ilmu Pengetahuan, terutama Sebagai tindakan ablasi yang menggunakan fluoroskopi yang sangat minimal atau Justru sampai zero,” tutupnya.
Melewati pengenalan Ilmu Pengetahuan ini, Siloam berharap kesadaran Kelompok Di gangguan irama jantung Lebih Meresahkan, sekaligus memperluas akses Di penanganan yang lebih aman, presisi, dan berorientasi Di keselamatan pasien.
Halaman 2 Bersama 2
Simak Video “Bangkit Bersama Penyakit Menyebar Jantung Akibat Gigi Berlubang “
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Siloam Hadirkan Terapi Atrial Fibrilasi Minim Radiasi, Pertama Hingga Asia Tenggara









