Jakarta –
Selain tunggakan biaya listrik, Keraton Solo juga Memiliki PR Bagi Keraton Kilen atau Keraton Kulon. Kawasan itu tak terawat, semak-semak dan pohon besar menutupi sejumlah bangunan Ke dalamnya.
Pantauan detikJateng, Selasa (10/3/2026), terdapat sejumlah bangunan yang berada Ke kompleks Keraton Kulon. Pada masuk Ke Keraton Kulon Melewati Sasana Sewaka terlihat air mancur yang berwarna hijau.
Ke Di air mancur terdapat bangunan Bersama pilar-pilar yang masih gagah walaupun sudah tidak terawat. Ke sisi dan kanan air mancur terlihat ada bangunan kaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada detikJateng berjalan Ke Di bangunan Keraton Kilen kondisinya jauh lebih tidak terawat. Bangunan tersebut sudah tidak beratap dan ditumbuhi tanaman. Ke depannya terdapat sebuah patung bergaya Eropa yang berbentuk orang Lagi membawa Literatur.
Adapun, Ke seberangnya, ada bangunan yang dibatasi Bersama pagar kawat. Lebihterus Ke Di, banyak bangunan yang tidak terawat Ke mana temboknya sudah mengelupas serta atapnya mulai ada yang ambrol.
Ke Ke sisi barat, terdapat taman yang kini sudah tertutup Dari tumbuhan. Ke taman tersebut juga terdapat bunker yang tertutup Dari tumbuhan.
|
Penampakan Keraton Kulon Solo yang tak terawat dan ditumbuhi semak belukar, Selasa (10/3/2026). (Tara Wahyu NV/detikJateng)
|
Maka Itu, Pelaksana Pelindungan, Pembaruan, dan Pemanfaatan Kawasan Cagar Kebiasaan Global Keraton Kasunanan Surakarta, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, bersama Lembaga Dewan Adat (LDA) melakukan bersih-bersih Keraton Kulon. Aksi Massa bersih-bersih itu juga dibantu anggota TNI Bersama Brigif 6 yang mengerahkan 24 personel.
“Gusti Tedjowulan mengerahkan para abdi dalem dibantu Disekitar 24 anggota Kostrad TNI Bersama Brigif 6 Surakarta,” kata juru bicara KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, Pada ditemui Ke sela bersih-bersih Keraton Kulon siang ini.
Pakoenegoro menyebut bersih-bersih Keraton Kulon merupakan perintah Bersama KGPH Panembahan Agung Tedjowulan Bagi memulai revitalisasi. Dia mengatakan Sesudah Sanggabuwana, revitalisasi dilanjutkan Ke Keraton Kulon.
“Ini sinergi Bersama Ide revitalisasi tahap berikutnya Sesudah Panggung Sanggabuwana dan Museum yang masih berkelanjutan, Akansegera berlanjut revitalisasi itu Melewati pintu masuk Keraton Kilen yang mudah diakses Dari Komunitas,” kata dia.
Penampakan Keraton Kulon Solo yang tak terawat, Selasa (10/3/2026). (Tara Wahyu NV/detikJateng) |
Bersama adanya revitalisasi Ke Keraton Kulon, diharapkan Ke Didepan bisa menjadi destinasi wisata Terbaru Ke Keraton Solo. Menurutnya, Situasi Ke Keraton Kulon cukup memprihatinkan Bersama adanya pohon setinggi orang dewasa.
“Nanti harapannya Daerah Perjalanan Ke Luarnegeri Ke Keraton Surakarta Hadiningrat Akansegera meluas tidak hanya Ke Daerah timur saja, tapi juga Ke Daerah barat. Nah, upaya itu dimulai Bersama pembersihan. Kita bisa lihat sendiri bagaimana kondisinya yang sudah cukup sangat Malahan memprihatinkan, rumput setinggi orang dewasa, pohon-pohon tidak terawat, kita bersihkan tahap pertama,” ujar dia.
Pakoenegoro memastikan bahwa revitalisasi Keraton Kulon Akansegera dilakukan Ke tahun ini. Sebelumnya revitalisasi, Tedjowulan Akansegera melakukan inventarisasi kebutuhan Ke Keraton Kulon.
“Tahap keduanya Akansegera dilakukan pendataan atau inventarisasi benda-benda bersejarah, kekayaan Kebiasaan Global Keraton Surakarta Hadiningrat, yang ini merupakan permintaan langsung Bersama Kementerian Kebudayaan. Karena Itu Kementerian Kebudayaan Melewati Direktorat Kebiasaan, Pak Dr. Restu, sudah menyurati kami meminta Pemberian Bagi melakukan pendataan atau inventarisasi kekayaan Kebiasaan Global Keraton Surakarta,” kata dia.
“Nanti Akansegera dipilih sejumlah pihak Bersama perwakilan keraton yang Akansegera mendampingi Regu Bersama Kementerian Kebudayaan Bagi melakukan pendataan seluruhnya, sebanyak-banyaknya kekayaan Kebiasaan Global Ke Surakarta. Nah, Sesudah pembersihan, Lalu pendataan, Terbaru Lalu berlanjut revitalisasi,” ujar dia.
Sesudah Keraton Kulon, revitalisasi Akansegera dilakukan Ke lokasi lain. Dia menyebut Pada ini pihaknya Lagi mendata lokasi-lokasi yang Akansegera dilakukan revitalisasi.
“Karena Itu nanti Akansegera ada pembersihan tahap pertama, tahap kedua pendataan, tahap ketiga revitalisasi Bersama Keraton Kilen, Lalu Akansegera berlanjut Ke tahapan berikutnya, tempat lain, tempat lain sampai semoga seluruhnya bisa dibersihkan, bisa didata, dan bisa direvitalisasi,” ujar dia.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Duh, Ada Pada Keraton Solo yang Tak Terawat, Semak-Lumut Tumbuh Subur












