Tokyo –
Pemerintah Jepang berencana menerapkan sistem harga tiket berbeda Untuk wisatawan Asing Hingga museum nasional mulai Maret 2031. Keputusan tersebut disiapkan Untuk Meningkatkan pendapatan Bersama sektor Perjalanan Hingga Luarnegeri sekaligus mendukung Sustainability operasional museum.
Badan Kebudayaan Jepang menyebut Untuk skema harga dua tingkat tersebut, pengunjung Asing Akansegera dikenakan tarif masuk lebih tinggi dibandingkan pengunjung domestik Hingga museum yang dikelola Bangsa. Dana tambahan itu rencananya digunakan Untuk Meningkatkan fasilitas Untuk wisatawan, seperti pameran multibahasa dan panduan audio.
Keputusan itu menjadi Pada Bersama Ide jangka menengah lima tahun lembaga tersebut Untuk memperbaiki pengelolaan dan pembiayaan museum nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Memperoleh pendapatan mandiri yang memadai Dikatakan sebagai tantangan utama Untuk Sustainability operasional museum Karyaseni nasional Hingga masa Di,” tulis pernyataan itu, seperti dilansir Bersama The Japan Times, Minggu (8/3/2026).
Jika skema itu diterapkan, menjadi pertama kalinya Untuk Jepang memberlakukan sistem harga dua tingkat Hingga museum nasional. Kenaikan tarif hanya Akansegera berlaku Untuk pengunjung non-residen, Agar warga Bangsa Asing yang tinggal Hingga Jepang tidak Akansegera dikenakan tarif lebih tinggi.
Pemerintah Jepang menargetkan sistem tersebut mulai diterapkan Ke akhir tahun fiskal 2030 dan berlaku Hingga 12 museum nasional. Hingga antaranya Museum Nasional Karyaseni Modern Tokyo dan Museum Nasional Karyaseni Barat.
Pada ini, tiket masuk koleksi permanen Hingga kedua museum tersebut masih Di ¥500 Untuk dewasa, sedangkan tiket pameran khusus berkisar 2.000 yen (Rp 214 ribu). Badan Kebudayaan Jepang menilai wisatawan Asing merupakan Pada penting Bersama jumlah pengunjung museum, Agar penyesuaian harga dinilai dapat Meningkatkan pendapatan secara keseluruhan.
Akan Tetapi penerapan sistem ini juga Memiliki tantangan, terutama Untuk proses verifikasi pengunjung Untuk membedakan penduduk dan non-penduduk. Hal itu diperkirakan membutuhkan sistem tambahan serta petugas khusus agar proses masuk museum tetap berjalan lancar.
Seiring meningkatnya jumlah wisatawan Hingga Jepang, sejumlah destinasi wisata Hingga Bangsa tersebut juga mulai menerapkan sistem harga berbeda. Salah satunya Kastil Himeji Hingga Prefektur Hyogo yang Dari 1 Maret memberlakukan tarif masuk berbeda.
Penduduk Kota Himeji dikenakan tiket 1.000 yen (Rp 107 ribu), Sambil Itu pengunjung Bersama luar kota harus membayar 2.500 yen (Rp 268 ribu). Sebelumnya, tarif masuk Untuk semua pengunjung berusia Hingga atas 18 tahun adalah 1.000 yen.
Lonjakan wisatawan Asing menjadi salah satu faktor pendorong Keputusan tersebut. Sepanjang 2025, jumlah turis mancanegara yang datang Hingga Jepang mencapai Catatan 42,7 juta orang Agar pemerintah menargetkan jumlah itu Meresahkan hingga 60 juta wisatawan Ke 2030.
(upd/ddn)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Jepang Rencanakan Tiket Museum Lebih Mahal Untuk Wisatawan Asing











