loading…
PLN EPI memastikan pasokan gas Pada 10 tahun Untuk Lapangan Gas Mako. FOTO/dok.SindoNews
Lapangan Mako yang dioperatori West Natuna Exploration Limited (WNEL) berlokasi Hingga lepas pantai Natuna, Kepulauan Riau, Di kedalaman laut Di 80 meter. FID diumumkan Hingga kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Energi dan Gas Bumi (SKK Migas) dan dihadiri Dari Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Laode Sulaiman, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, Chairman Conrad Asia Energy Ltd, Peter Botten dan CEO Conrad Asia Energy Ltd Miltiadis Xynogalas sebagai operator WK Duyung, Ri Direktur PT Nations Natuna Barat, Hashim Djojohadikusumo sebagai partner WK Duyung, Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto dan Direktur Gas dan BBM PLN EPI, Erma Melina Sarahwati sebagai pembeli gas, pengembang dan operator pipa WNTS-Pemping serta Direktur Utama PT BNI, Putrama Wahju Setyawan.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan bahwa persetujuan FID ini menjadi tonggak penting Bagi peningkatan produksi gas nasional.
”Persetujuan FID ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kesiapan proyek Bagi memasuki tahap konstruksi dan eksekusi penuh Untuk upaya peningkatan lifting gas nasional. Ini adalah langkah konkret Bagi Mendorong produksi gas dan memastikan pemanfaatan sumber daya Natuna Bagi kebutuhan Untuk negeri,” ujarnya Melewati keterangan pers, Kamis (5/3/2026).
Proyek ini, jelas dia, telah Melewati proses panjang Sebelum ditandatanganinya PSC 2007, Discovery Gas tahun 2017, Plan Of Development (POD) tahun 2019, Revisi POD tahun 2022, Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) tahun 2025, dan terakhir FID tahun 2026. Sebab itu, Djoko berharap proyek ini dapat mulai produksi Di tahun 2027.
Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menambahkan, FID lapangan Mako Akansegera memastikan pasokan gas sesuai PJBG yang ditandatangani Di PLN EPI dan WNEL Di 11 July 2025 yang lalu. PJBG ini merupakan satu kesatuan Di penugasan Pembantu Presiden Pembantu Presiden ESDM kepada PLN Melewati PLN EPI Bagi membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping.
“Di tercapainya FID ini, target tata waktu pasokan gas Untuk Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dapat terpenuhi Bagi memastikan pasokan gas Bagi kelistrikan khususnya Hingga Daerah Batam dan Sumatra Dibagian Di. Kebutuhan listrik Hingga Daerah ini tumbuh 12-15%/tahun dan pemenuhannya didominasi Dari Pembangkit Gas. Di penurunan pasokan gas Untuk onshore Sumatera, pasokan Untuk Daerah Natuna sangat dibutuhkan Bagi mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Rakhmad
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: FID Lapangan Duyung Resmi Disetujui, PLN EPI Amankan Pasokan 111 MMSCFD











