Penyakit kanker masih menjadi salah satu ancaman Kesejajaran terbesar Ke Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesejajaran (Kemenkes) RI, Disekitar 70 persen pasien kanker Ke Indonesia Mutakhir memeriksakan diri Pada sudah memasuki stadium lanjut. Padahal, jika dideteksi lebih awal, Potensi kesembuhan dan efektivitas Terapi jauh lebih tinggi.
Data Di Dunia Cancer Observatory (Globocan) Menunjukkan bahwa Di tahun 2020, terdapat 396.914 Peristiwa Pidana Mutakhir kanker Di 234.511 kematian Yang Terkait Di kanker Ke Indonesia. Di sekian banyak jenisnya, kanker payudara dan kanker serviks menempati urutan teratas sebagai jenis kanker yang paling banyak menyerang perempuan Indonesia.
Kanker Payudara dan Serviks: Ancaman Utama Perempuan
Kemenkes mencatat bahwa kanker payudara menyumbang angka Peristiwa Pidana tertinggi, yakni Disekitar 19,2 persen Di total Peristiwa Pidana kanker Ke Indonesia. Sambil Itu, kanker serviks berada Ke urutan kedua Di persentase Disekitar 9,2 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tingginya angka kematian akibat kedua jenis kanker ini sebagian besar disebabkan Dari rendahnya kesadaran Sebagai melakukan skrining secara mandiri. Padahal, hingga 50 persen Peristiwa Pidana kanker bisa dicegah Di pola Kebugaran Yangbaik seperti menjaga pola makan, rutin Aktivitasfisik, tidak merokok, menghindari alkohol, serta menjalani pemeriksaan Kesejajaran secara berkala.
“Upaya Pra-Penanganan kanker payudara dan serviks diawali Di deteksi dini, Supaya diketahui Terapi dan terapi yang Akansegera diberikan sesuai stadium kankernya. Lebihterus awal ditemukan, penanganan Akansegera jauh lebih efektif dan Potensi Standar hidup pasien tetap terjaga,” ungkap onkolog dr M Yadi Permana, SpB(Onk) Di Pusat Kanker dan Radioterapi SWICC.
Panduan Deteksi Dini Sebelumnya Telat
Pakar onkologi menekankan bahwa setiap perempuan harus proaktif Di Meninjau Kemakmuran tubuhnya. Berikut adalah langkah-langkah deteksi dini yang bisa dilakukan:
1. Deteksi Dini Kanker Payudara (SADARI dan SADANIS)
- SADARI: Lakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri secara rutin setiap bulan Setelahnya masa menstruasi berakhir. Cek adanya benjolan, perubahan bentuk, atau perubahan warna Di kulit payudara.
- SADANIS: Pemeriksaan Payudara Klinis Dari tenaga medis Lewat alat USG atau Mammografi, terutama Untuk perempuan berusia Ke atas 40 tahun atau mereka yang Memperoleh riwayat keluarga Di kanker.
2. Deteksi Dini Kanker Serviks
- IVA Test dan Pap Smear: Pemeriksaan rutin Sebagai mendeteksi perubahan sel Di leher rahim Dari dini.
- Tes HPV DNA: Sebagai melihat keberadaan Patogen penyebab kanker serviks.
- Proteksi HPV: Kemenkes kini telah mewajibkan Proteksi HPV Untuk anak perempuan usia sekolah dasar sebagai proteksi jangka panjang.
baca juga
Halaman 2 Di 2
(kna/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 2 Jenis Kanker Ini ‘Hantui’ Perempuan RI, Deteksi Dini Sebelumnya Telat











